Laporkan Masalah

Tingkat Literasi Kesehatan Mental Mahasiswa Nonkesehatan Universitas Gadjah Mada: Studi Menggunakan Mental Health Questionnaire-Short Version for Adults (MHLq-SVa)

FIRMANSYAH BAGAS PAMBUDI SUPRAPTO, apt. Anna Wahyuni Widayanti, M.P.H., Ph.D.

2024 | Skripsi | FARMASI

Indonesia mengalami peningkatan prevalensi gangguan kesehatan mental dari 6% pada tahun 2013 menjadi 9,8% pada tahun 2018. WHO menyatakan sebanyak 35% mahasiswa mengalami setidaknya satu gangguan mental seumur hidupnya. Akan tetapi, masyarakat dan mahasiswa masih memiliki tingkat literasi kesehatan mental yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat literasi kesehatan mental pada mahasiswa dan mengetahui hubungan karakteristik sosiodemografi dengan tingkat literasi kesehatan mental mahasiswa nonkesehatan di Universitas Gadjah Mada.

Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif cross-sectional dengan teknik convenience sampling menggunakan instrumen berupa kuesioner yang diadaptasi dari Mental Health Literacy questionnaire-Short Version for Adult (MHLq-SVa). Sampel yang diteliti sebanyak 183 responden. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan distribusi variabel pada sampel dan dilakukan uji statistik Chi-Square dengan taraf kepercayaan 95,0% (p<0>

Tingkat literasi kesehatan mental mahasiswa nonkesehatan Universitas Gadjah Mada memiliki nilai median 70, rata-rata sebesar 69,5±7,18 dan rentang skor 48-80. Disimpulkan bahwa sebanyak 79 responden (43,2%) memiliki tingkat literasi kesehatan mental tinggi dan 104 responden (56,8%) lainnya tergolong rendah. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara jenis kelamin (p <0>

Indonesia has experienced an increase in the prevalence of mental health disorders from 6% in 2013 to 9.8% in 2018. WHO states that 35% of students experience at least one mental disorder in their lifetime. However, both society and students still have low levels of mental health literacy. This study aims to determine the level of mental health literacy among students and to identify the relationship between sociodemographic characteristics and the level of mental health literacy among non-health students at Gadjah Mada University.

The research design used in this study is quantitative cross-sectional with convenience sampling technique using a questionnaire adapted from the Mental Health Literacy questionnaire-Short Version for Adult (MHLq-SVa). The sample consisted of 183 respondents. Data were analyzed descriptively to describe the distribution of variables in the sample and a chi-square statistical test was conducted with a confidence level of 95.0% (p<0>

The mental health literacy level of non-health students at Gadjah Mada University had a median score of 70, an average of 69.5±7.18, and a score range of 48-80. It was concluded that 79 respondents (43.2%) had a high level of mental health literacy, while 104 respondents (56.8%) had a low level. Statistical tests showed a significant relationship between gender (p <0> The level of mental health literacy among non-health students at Universitas Gadjah Mada is considered low. Improvement in mental health literacy is needed in the dimensions of help-seeking abilities and first aid, particularly among male students.

Kata Kunci : Literasi kesehatan mental, MHLq-SVa, Mahasiswa

  1. S1-2024-454892-abstract.pdf  
  2. S1-2024-454892-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-454892-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-454892-title.pdf