Laporkan Masalah

Teknik Pembentukan Dajare dalam Anime Crayon Shin-chan Season 30 dan 31

BUNGA ATI NINGRUM, Drs. Eman Suherman, M.Hum.

2024 | Skripsi | SASTRA JEPANG

Studi mengenai pembentukan kata merupakan salah satu topik penting dalam pembelajaran bahasa Jepang. Bahasa Jepang memiliki banyak kata yang memiliki lebih dari satu makna dan proses afiksasi yang bisa merubah makna kata dari pemakaiannya. Hal ini menyebabkan pemelajar bahasa Jepang kesulitan untuk memahami konteks yang terdapat dalam suatu kalimat. Salah satu alasannya adalah karena adanya pelesetan kata atau dajare.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui teknik pembentukan dajare. Data diambil dari anime Crayon Shin-chan episode 1095, 1099, 1102, 1109, 1110, 1112, 1115-1118, 1120, 1122, 1123, 1127, 1131, 1158-1160 dengan total 18 episode, kemudian dianalisis menggunakan salah satu sub teori dalam studi morfologi, yaitu teori pembentukan dajare yang mengacu pada artikel penelitian berjudul “NLP Oriented Japanese Pun Classification” oleh Araki, dkk (2012). Aplikasi kamus Akebi Japanese Dictionary dan situs web Online Japanese Accent Dictionary digunakan sebagai acuan untuk mengetahui makna dajare.

Dari analisis data, dapat diketahui bahwa terdapat klasifikasi dajare dengan kategori pemanfaatan homofon sebanyak 3 data, penambahan mora di depan sebanyak 2 data, penambahan mora di akhir sebanyak 1 data, penambahan mora di tengah sebanyak 3 data, perubahan vokal sebanyak 6 data, perubahan konsonan sebanyak 5 data, pengurangan mora di depan sebanyak 2 data, pengurangan mora di akhir sebanyak 3 data, metatesis mora sebanyak 4 data, dan metatesis morfem sebanyak 1 data. Data dengan kategori pengurangan mora di depan merupakan data baru yang sebelumnya belum ditemukan pada artikel yang diacu untuk penelitian ini.

The study of word formation is one of the most important topics in the Japanese language learning process. Japanese has many words with multiple meanings and the process of affixation can change the meaning of the word. Therefore, this makes it difficult for Japanese learners to comprehend the contextual meaning of a sentence. Furthermore, one of the reasons is because of the existence of puns or dajare.

This study was qualitative research that aims to explain the generation patterns of dajare. The data was taken from the anime Crayon Shin-chan episode 1095, 1099, 1102, 1109, 1110, 1112, 1115-1118, 1120, 1122, 1123, 1127, 1131, 1158-1160 with the total of 18 episodes, analyzed using one of the sub-theories in morphological studies, namely the theory of dajare formation which refers to research article titled ‘NLP Oriented Japanese Pun Classification’ by Araki, et al (2012). The Akebi Japanese Dictionary application and the Online Japanese Accent Dictionary website were used as references to find out the meaning of dajare.

Based on the results, there is 30 data dajare obtained in the form of 3 homophony data, 2 initial mora addition data, 1 final mora addition data, 3 internal mora addition data, 2 initial mora omission data, 3 final mora omission data, 6 vowel transformation data, 5 consonant transformation data, 4 mora metathesis data, 1 morpheme metathesis data. Data with the category of final mora omission has not previously been found in the articles referenced for this study.

Kata Kunci : permainan kata, dajare, pembentukan dajare, klasifikasi dajare

  1. S1-2024-463131-abstract.pdf  
  2. S1-2024-463131-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-463131-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-463131-title.pdf