Laporkan Masalah

Perancangan Program Berkain Batik Sebagai Edukasi Museum di Museum Batik Yogyakarta

FLORI YENTI, Andi Putranto, S.S., M.Sc.

2024 | Skripsi | ARKEOLOGI

Museum Batik Yogyakarta adalah salah satu museum yang berada di Kota Yogyakarta dengan jumlah pengunjung paling sedikit dari museum lainnya yang ada di Kota Yogyakarta berdasarkan data Statistik Kepariwisataan DIY tahun 2022. Berdasarkan hal tersebut, dibutuhkan upaya-upaya untuk meningkatkan jumlah kunjungan dan menarik minat pengunjung untuk datang ke museum. Edukasi museum baru dibutuhkan sebagai upaya untuk mencapai tujuan tersebut. Perancangan edukasi museum baru di Museum Batik Yogyakarta dibuat menggunakan metode pengolahan kreatif dalam bentuk program berkain batik. Metode ini dipilih untuk digunakan di Museum Batik Yogkarta karena sesuai dengan potensi dan kondisi museum tersebut. Perancangan edukasi museum menggunakan metode pengolahan kreatif ini dilakukan dengan melewati tiga tahapan, yaitu tahap inisiasi, tahap definisi, dan terakhir tahap desain. Hasil perancangan ini berupa program kegiatan berkain menggunakan kain batik yang memiliki motif sama dengan motif pada kain batik koleksi Museum Batik Yogyakarta. Program berkain batik ini akan disertai panduan dalam bentuk booklet dan juga memberikan materi edukasi tentang koleksi yang dimiliki oleh Museum Batik Yogyakarta melalui booklet tersebut.


Yogyakarta Batik Museum is one of the museums in Yogyakarta City with the least number of visitors from other museums in Yogyakarta City based on DIY Tourism Statistics data in 2022. Based on this, efforts are needed to increase the number of visits and attract visitors to come to the museum. New museum education is needed as an effort to achieve this goal. The design of new museum education at Yogyakarta Batik Museum is made using creative processing methods in the form of the berkain batik program. This method was chosen to be used in Yogyakarta Batik Museum because it is in accordance with the potential and conditions of the museum. The design of museum education using creative processing methods is carried out by going through three stages, namely the initiation stage, the definition stage, and finally the design stage. The result of this design is a berkain activity program using batik cloth that has the same motif as the batik cloth in the Yogyakarta Batik Museum collection. This berkain batik program will be accompanied by a guide in the form of a booklet and also provide educational material about the collection owned by the Yogyakarta Batik Museum through the booklet.

Kata Kunci : Museum, Edukasi, Berkain batik, Museum Batik Yogyakarta

  1. S1-2024-456657-abstract.pdf  
  2. S1-2024-456657-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-456657-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-456657-title.pdf