ANALISIS KINERJA KEUANGAN DAN NONKEUANGAN PT BANK SYARIAH INDONESIA TBK SEBELUM DAN SETELAH MERGER
ANJAR PRAYUDHA IRAWAN, Taufikur Rahman, S.E., M.B.A., Ak., CA.
2024 | Skripsi | AKUNTANSI
PT Bank
Syariah Indonesia Tbk. merupakan bank hasil merger tiga bank syariah Himbara,
yaitu PT Bank BNI Syariah, PT Bank BRISyariah Tbk, dan PT Bank Syariah Mandiri
pada 1 Februari 2021. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kinerja
keuangan dan nonkeuangan sebelum dan sesudah terjadinya merger PT Bank Syariah
Indonesia. Untuk melakukan analisis kinerja keuangan, penelitian ini
menggunakan enam rasio keuangan, yaitu return on assets (ROA), rasio
beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO), financing to
deposit ratio (FDR), price-to-book value (PBV), price-to-earnings
ratio (PER), dan return saham. Perhitungan keenam rasio keuangan
tersebut diperoleh dari informasi keuangan dalam laporan keuangan bulanan tiap
bank, harga saham historis kode emiten BRIS, dan statistik perbankan yang
dikeluarkan oleh OJK.
Penelitian
ini menggunakan tiga perspektif untuk analisis kinerja nonkeuangan, yaitu perspektif
internal, perspektif nasabah, dan implementasi prinsip (maqashid)
syariah dari perspektif internal dan nasabah. Perspektif internal menggunakan dua
indikator, yaitu indikator proses bisnis internal serta pembelajaran dan
pertumbuhan. Lalu, perspektif nasabah menggunakan tiga indikator, yaitu
indikator reliability, assurances, dan emphaty. Kemudian, implementasi
prinsip (maqashid) syariah menggunakan perspektif dari internal dan
nasabah BSI. Data nonkeuangan ini diperoleh melalui kuesioner penelitian dan
wawancara yang disebar kepada nasabah dan karyawan BSI.
Penelitian
ini menggunakan pendekatan campuran, yaitu metode concurrent method. Data
keuangan dan nonkeuangan tersebut diuji secara statistik dengan menggunakan uji
Mann-Whitney U untuk mengetahui signifikansi perubahan kinerja keuangan sebelum
dan sesudah merger. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan metode analisis
konten (content analysis) untuk menganalisis transkrip wawancara yang
telah diperoleh.
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa terdapat perubahan signifikan terhadap kinerja indikator
keuangan dan nonkeuangan setelah merger PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Peningkatan
kinerja keuangan ditunjukkan melalui aspek profitabilitas, likuiditas, dan
nilai pasar perusahaan, sedangkan peningkatan kinerja nonkeuangan ditunjukkan
melalui perspektif internal, nasabah, dan implementasi prinsip (maqashid)
syariah.
PT Bank
Syariah Indonesia Tbk. was formed through the merger of three state-owned
Islamic banks—PT Bank BNI Syariah, PT Bank BRISyariah Tbk, and PT
Bank Syariah Mandiri—on February 1, 2021. This study aims to analyze the
financial and nonfinancial performance of BSI before and after the merger. For
the financial performance analysis, six financial ratios are employed: return
on assets (ROA), operating expense to operating income ratio (BOPO),
financing to deposit ratio (FDR), price-to-book value (PBV),
price-to-earnings ratio (PER), and stock return. These ratios are
derived from monthly financial statements of each bank, historical stock prices
of the BRIS ticker, and banking statistics published by the Financial Services
Authority (OJK).
This study employs three perspectives for analyzing non-financial
performance: internal perspective, customer perspective, and the implementation
of Sharia principles (maqashid) from both internal and customer viewpoints. The
internal perspective utilizes two indicators: internal business processes and
learning and growth. The customer perspective employs three indicators:
reliability, assurance, and empathy. Furthermore, the implementation of Sharia
principles (maqashid) is assessed from both internal and customer perspectives
of BSI. Non-financial data were collected through research questionnaires and
interviews distributed to BSI customers and employees.
This research adopts a mixed-methods approach, specifically the
concurrent method. The financial and non-financial data are statistically
tested using the Mann-Whitney U test to determine the significance of
performance changes before and after the merger. Additionally, content analysis
is employed to analyze the interview transcripts obtained.
The research findings indicate a significant change in both financial and
non-financial performance indicators following the merger of PT Bank
Syariah Indonesia Tbk. The improvement in financial performance is
demonstrated through aspects such as profitability, liquidity, and market value
of the company. Meanwhile, the enhancement in nonfinancial performance is shown
through the internal perspective, customer perspective, and the implementation
of sharia (maqashid) principles.
Kata Kunci : PT Bank Syariah Indonesia Tbk, merger, kinerja keuangan, kinerja nonkeuangan, maqashid syariah, sinergi, ROA, BOPO, FDR, PBV, PER / PT Bank Syariah Indonesia Tbk, merger, financial performance, nonfinancial performance, maqashid sharia, synergy, ROA, BOPO