Laporkan Masalah

Kualitas Layanan BRT dan Pengaruhnya Terhadap Pilihan Moda Transportasi Komuter Tangerang (Kasus BRT TransJakarta Koridor 13)

KAIRA NUR AZIZAH, Dr. Yori Herwangi, S.T., MURP.

2024 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Tingginya arus mobilitas komuter dari Tangerang ke Jakarta Selatan telah menyebabkan kemacetan lalu lintas di jaringan penghubungnya. Meskipun transportasi umum berbasis Bus Rapid Transit (BRT) dengan rute lintas wilayah Tangerang-Jakarta Selatan telah disediakan, sebagian besar komuter masih enggan beralih dari transportasi pribadi ke transportasi umum. Upaya efektif untuk mendorong komuter Tangerang menggunakan transportasi umum adalah dengan meningkatkan kualitas layanannya, termasuk layanan di luar operasional armada yang berkaitan dengan akses komuter menggunakan transportasi umum atau yang dikenal dengan first and last mile. Melalui perhitungan tekning skoring dan observasi lapangan, ditemukan beberapa aspek layanan BRT Koridor 13 yang memerlukan strategi perbaikan yaitu jangkauan trayek, keberadaan moda pengumpan, kualitas pedestrian, kapasitas moda, dan frekuensi moda. Dengan regresi logistik binomial, ditemukan aspek layanan BRT Koridor 13 yang paling mempengaruhi komuter menggunakan BRT yaitu jangkauan trayek BRT dan moda pengumpannya terhadap wilayah bangkitan perjalanan komuter. Dari model persamaan regresi, dapat dimaknai bahwa komuter cenderung menggunakan BRT ketika jarak akses ke halte pendek dan tempat asalnya terlayani oleh trayek moda pengumpan. Dengan temuan ini, strategi perbaikan prioritas utama yang diperlukan BRT Koridor 13 adalah memperluas trayek BRT dan moda pengumpannya sehingga mampu melayani area dengan kebutuhan perjalanan tinggi di wilayah bangkitan. Meskipun tidak signifikan berpengaruh, layanan pedestrian, kapasitas moda, dan frekuensi moda juga memerlukan strategi perbaikan dengan skala prioritas menengah. Strategi perbaikan kualitas layanan transportasi umum ini diharapkan dapat mendorong perpindahan komuter dari transportasi pribadi ke transportasi umum. Hal ini pada akhirnya akan mengurangi kemacetan lalu lintas di koridor penghubung Tangerang-Jakarta Selatan.

High commuter traffic from Tangerang to South Jakarta causes significant congestion in the connecting network. Although Bus Rapid Transit (BRT)-based public transportation with routes across the Tangerang-South Jakarta area has been provided, most commuters are still reluctant to switch from private transportation to public transportation. An effective strategy to encourage commuters to use public transport is to enhance service quality, including operational efficiency and the quality of passenger journeys from access to egress. Using scoring methods and field observations, several aspects of BRT Corridor 13 services were found to require improvement strategies: route coverage, availability of feeder modes, pedestrian infrastructure, vehicle capacity, and service frequency. Binomial logistic regression analysis indicated that the most influential factors for commuters using BRT Corridor 13 are route coverage and the availability of feeder services in commuter trip origin areas. The regression model suggests that commuters are more likely to use BRT when the distance to the nearest stop is short and their starting point is served by feeder routes. The primary focus for improvement should be on expanding the route coverage of both the BRT and its feeder services to better serve areas with high travel demand. While pedestrian infrastructure, vehicle capacity, and service frequency were less significant, they still require medium-priority improvements. The improvement strategies for public transportation services are expected to encourage commuters to shift from private to public transportation. Ultimately, this will reduce traffic congestion in the Tangerang-South Jakarta corridor.

Kata Kunci : BRT Koridor 13, Kemacetan, Kualitas Layanan, Regresi Binomial, First and Last Mile Journey

  1. S1-2024-463209-abstract.pdf  
  2. S1-2024-463209-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-463209-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-463209-title.pdf