Laporkan Masalah

Personalisasi Kepedulian: Kewargaan Digital dalam Akun @nasidaruratjogj di Platform Media Sosial X

HANNAN RIZKYBUDI, Dr. Muhammad Zamzam Fauzanafi, S.Ant., M.A.

2024 | Skripsi | ANTROPOLOGI BUDAYA

@nasidaruratjogj merupakan salah satu inisiatif kepedulian yang bergerak di ranah digital di Kota Yogyakarta. Merespons secara langsung tantangan sosial yang dihadapi oleh mahasiswa perantau di Yogyakarta. Bentuknya seperti pembagian nasi gratis, konsultasi psikologis, peminjaman sepeda gratis, dan bantuan logistik rumah tangga, akun ini tidak hanya memberikan bantuan praktis tetapi juga mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang seringkali terabaikan. Penelitian ini ingin memahami munculnya bentuk bentuk baru kewargaan dalam entitas @nasidaruratjogj, memanfaatkan pendekatan etnografi sosial media untuk memahami bagaimana akun @nasidaruratjogj membentuk 'tempat etnografis' di ruang digital Kota Yogyakarta, menelusuri interaksi sosial, dan menghubungkan praktik kewargaan informal dengan dinamika online/offline kemudian dianalisa secara kualitatif dengan teori kewargaan digital Isin & Ruppert (2020).

@nasidaruratjogj menjadi sebuah subjek politik yang melakukan klaim hak digital yaitu berbentuk seruan partisipasi yang bersifat personal dengan nada kepedulian sosial, seruan koneksi yang bersifat personal bernada melankolis dan seruan berbagi yang bersifat personal dan bernada humanis. Ini secara implisit terlihat menyerukan hak sosial khususnya pemenuhan hak pangan. Klaim hak melalui tindakan seruan digital ini kemudian merefleksikan relasi antara @nasidaruratjogj dengan warga digital lainya dan @nasidaruratjogj dengan negara. Relasi ini kemudian merefleksikan bentuk kewargaan digital @nasidaruratjogj. Seperti yang telah disampaikan Isin & Ruppert (2020:85) keberadaan dan keefektifan warga digital memerlukan tindakan performativitas, sosok warga harus dibentuk berulang kali melalui tindakan (repertoar, deklarasi, dan proklamasi) dan konvensi (ritual, kebiasaan, praktik, tradisi, hukum, institusi, teknologi, dan protokol) (ibid). Tanpa performativitas hak-hak tersebut, sosok warga negara hanya akan ada dalam teori dan tidak akan memiliki makna dalam politik demokratis (ibid).


@nasidaruratjogj is one of the “care initiatives” movements in the digital spaces of Yogyakarta. It responds directly to the social challenges faced by emigrating students in Yogyakarta. Through such activities as free food distribution, psychological consultation, free bicycle borrowing, and domestic logistics assistance, the account provides not only practical help but also accommodates communities' often overlooked needs. This study wants to understand the emergence of a new form of citizenship in @nasidaruratjogj, taking advantage of the social media ethnographic approach to understanding how @nasidaruratjogj’s  account forms an “ethnographic place” in the city's digital space of Yogyakarta, it investigates social interaction and links informal citizenship form online/offline dynamics and is then qualitatively analyzed with the Isin & Ruppert digital citizenship theory (2020).

@nasidaruratjogj has become a political subject that claims rights in the form of a personal participation call with a tone of social concern, a melancholy call of personal connections, and a personalized and humanistic sharing call. This has implicitly been seen calling for social rights, especially for food fulfillment of rights. Claiming rights through this digital action expresses connections between @nasidaruratjogj and the other digital citizens and @nasidaruratjogj and the state. This relation then reflected a digital citizenship form @nasidaruratjogj has emerged. As Isin & Ruppert (2020:85) suggested, the existence and effectiveness of digital citizens requires performativity, the individual must be shaped again and again through actions (repertoire, declaration, and proclamation) and conventions (rituals, practices, traditions, laws, institutions, technology, and protocol) (ibid). Without such performativity of rights, the citizen figure would exist only theoretically and would have no meaning in democratic politics.


Kata Kunci : @nasidaruratjogj, Digital, Sosial, Seruan, Hak

  1. S1-2024-459924-abstract.pdf  
  2. S1-2024-459924-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-459924-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-459924-title.pdf