Laporkan Masalah

Representasi Isu Kesehatan Mental Pada Generasi Z di Media X (Twitter)

Falah Muhammad, Gregorios Ragil Wibawanto

2024 | Skripsi | Sosiologi

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi isu kesehatan mental pada Generasi Z di media sosial X (Twitter) pasca pandemi COVID-19. Pandemi telah membawa perubahan signifikan di berbagai bidang kehidupan, termasuk kesehatan mental, yang terdampak akibat isolasi sosial dan ketidakpastian ekonomi. Mengingat Generasi Z sangat aktif di media sosial dan peduli terhadap isu kesehatan mental, penelitian ini menjadi sangat relevan.

Pendekatan yang digunakan adalah kombinasi Natural Language Processing (NLP) dan Critical Discourse Analysis (CDA). NLP menganalisis data dalam jumlah besar secara otomatis untuk mengidentifikasi pola bahasa dan topik utama terkait kesehatan mental. CDA digunakan untuk memahami konteks sosial dan ideologis dari diskursus di X (Twitter), serta mengungkap makna tersembunyi dan pengaruh kekuasaan dan ideologi dalam representasi isu ini. Teori representasi Stuart Hall digunakan untuk memahami bagaimana makna dibentuk dan dikomunikasikan melalui bahasa. Pemikiran Micha Frazer-Carroll tentang madness atau mental illness membantu memahami pengaruh sistem kapitalisme dalam konstruksi mental illness. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isu kesehatan mental direpresentasikan melalui berbagai narasi, dari yang mendukung kesadaran dan penerimaan hingga yang mengandung stigma dan diskriminasi. Analisis NLP mengungkapkan kata-kata seperti "depresi" dan "stress" sering muncul sebagai topik utama. CDA menunjukkan bahwa representasi isu ini dipengaruhi oleh konteks sosial, budaya, dan ideologis.

This study aims to analyze the representation of mental health issues among Generation Z on social media platform X (Twitter) post the COVID-19 pandemic. The pandemic has brought significant changes in various aspects of life, including mental health, which has been impacted by social isolation and economic uncertainty. Given that Generation Z is highly active on social media and concerned about mental health issues, this study is highly relevant.

The approach used is a combination of Natural Language Processing (NLP) and Critical Discourse Analysis (CDA). NLP analyzes large amounts of data automatically to identify language patterns and main topics related to mental health. CDA is used to understand the social and ideological context of discourse on X (Twitter), uncover hidden meanings, and analyze how power and ideology influence the representation of this issue. Stuart Hall's representation theory is used to understand how meaning is constructed and communicated through language. Micha Frazer-Carroll's thoughts on madness or mental illness help understand the influence of the capitalist system in constructing mental illness. The results show that mental health issues are often represented through various narratives, ranging from those that support awareness and acceptance to those that contain stigma and discrimination. NLP analysis reveals that words like "depression" and "stress" frequently appear as main topics. CDA indicates that the representation of this issue is influenced by existing social, cultural, and ideological contexts.

Kata Kunci : Representasi, Kesehatan Mental, Generasi Z, Twitter, X, Natural Language Processing, Critical Discourse Analysis, Stuart Hall, Micha Frazer Carroll.

  1. S1-2024-446205-abstract.pdf  
  2. S1-2024-446205-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-446205-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-446205-title.pdf