Laporkan Masalah

PERENCANAAN KAWASAN WISATA AIR TERJUN COBAN TALUN, KECAMATAN BUMIAJI, KOTA BATU MELALUI COMMUNITY BASED ECOTOURISM

IBNU MUHAMMAD TYSAN, Widyasari Her Nugrahandika, S.T, M.Sc.

2024 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Kawasan Wisata Air Terjun Coban Talun merupakan salah satu destinasi wisata alam yang berada di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur. Kawasan wisata ini menjadi salah satu wisata alam potensial yang berada di Kota Batu. Menurut Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kota Batu tahun 2022-2042, kawasan wisata air terjun ini berada di kawasan hutan yang terdiri dari hutan lindung dan produksi. Namun, pada kawasan wisata ini masih ditemui isu maupun masalah, seperti integrasi masyarakat dengan pemangku kepentingan yang belum selaras, banyaknya sarana prasarana terbengkalai dan tidak tertata, daya saing dan daya jual yang rendah, dan adanya kegiatan wisata massal yang mengancam kelestarian lingkungan pada kawasan hutan. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan kawasan ekowisata berbasis masyarakat untuk meningkatkan kualitas wisata dan keberlanjutan lingkungan.
Pendekatan design thinking dilakukan untuk menganalisis kondisi ideal dari kondisi eksisting yang ada pada Kawasan Wisata Air Terjun Coban Talun. Unit analisis pada Kawasan Wisata Air Terjun Coban Talun merupakan hasil dari elaborasi teori dan konsep yang digunakan pada perencanaan ini, yaitu zonasi, aksesibilitas dan sirkulasi, ruang terbuka dan publik, fasilitas dan sarana prasarana, bangunan dan penanda, preservasi, dan tata kelola dan kelembagaan. Pengembangan alternatif rencana menggunakan teknik SCAMPER yang kemudian dipilih melalui metode performance matrix dengan pendekatan 5E.
Konsep ekowisata berbasis masyarakat ini memaksimalkan potensi yang ada dengan tetap memperhatikan kualitas dari pelestarian lanskap kawasan wisata yang berada di kawasan hutan ini dan keterlibatan masyarakat di dalam pengelolaanya serta konsep slow tourism yang berfokus pada penekanan aktivitas dan jumlah pengunjung sebagai upaya pencegahan eksternalitas negatif dari aktivitas wisata. Terdapat dua alternatif rencana pada perencanaan Kawasan Wisata Air Terjun Coban Talun ini, yaitu Self-Sustained Ecotourism dan Sustainable Ecotourism yang memiliki perbedaan mencolok pada fokus perencanaanya. Self-Sustained Ecotourism berorientasi pada peningkatan perekonomian masyarakat melalui pengelolaan kawasan oleh masyarakat setempat sedangkan Sustainable Ecotourism berfokus pada edukasi, pelestarian lingkungan, dan peningkatan perekonomian masyarakat melalui kolaborasi pemangku kepentingan. Alternatif kedua, yaitu Sustainable Ecotourism menjadi alternatif yang terpilih dan akan dilanjutkan dengan rencana yang lebih detail.

Coban Talun Waterfall is a natural tourist destination in Tulungrejo Village, Bumiaji District, Batu City, East Java. This tourist area is one of the potential natural attractions in Batu City. According to the Batu City Spatial and Regional Plan for 2022-2042, this waterfall is located in a forest area consisting of protected and production forests. However, this tourist area still faces issues and problems such as the integration of the community with stakeholders that are not aligned, many neglected and untidy facilities and infrastructure, low competitiveness and selling value, and mass tourism activities that threaten environmental sustainability in the forest area. Therefore, community-based ecotourism planning is needed to improve tourism quality and environmental sustainability.
Design thinking approach carried out to analyze the ideal conditions of the existing conditions in the Coban Talun Waterfall Area. The analysis units in the Coban Talun Waterfall Tourist Area result from the elaboration of theories and concepts used in this planning, such as zoning, accessibility and circulation, open and public spaces, facilities and infrastructure, buildings and markers, preservation, governance and institutions. Development of alternative plans using the SCAMPER technique which are then selected through the performance matrix with the 5E approach.
This community-based ecotourism concept maximizes existing potential while still paying attention to the quality of preserving the landscape of tourist areas in this forest area and community involvement in its management as well as concepts slow tourism which focuses on suppressing activities and the number of visitors as an effort to prevent negative externalities from tourism activities. There are two alternative plans in planning the Coban Talun Waterfall Tourist Area, such as Self-Sustained Ecotourism and Sustainable Ecotourism which have striking differences in their planning focus. Self-Sustained Ecotourism oriented towards improving the community's economy through area management by local communities, meanwhile Sustainable Ecotourism focuses on education, environmental preservation, and improving the community's economy through stakeholders collaboration. Sustainable Ecotourism as the second alternative became the chosen alternative and will be continued with more detailed plans.

Kata Kunci : ekowisata, wisata lambat, pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat

  1. S1-2024-456065-abstract.pdf  
  2. S1-2024-456065-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-456065-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-456065-title.pdf