Gambaran dan Persepsi Apoteker Terhadap Manfaat dan Kendala Penerapan Digital marketing di Apotek di Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta
WILLIAM ANDREAS T, Prof. Dr. apt. Akhmad Kharis Nugroho, M. Si; Dr. apt. Bondan Ardiningtyas, M. Sc.
2024 | Skripsi | FARMASI
Digital marketing dapat dimanfaatkan sebagai strategi
untuk mempromosikan obat/pelayanan dan pembeli dapat melakukan proses pembelian
tanpa harus bertatap muka. Peneliti bertujuan untuk mengetahui sejauh mana
penerapan digital marketing di
apotek yang ada di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta serta mengetahui manfaat
dan kendala yang dihadapi oleh apotek yang tidak menggunakan strategi digital
marketing.
Penelitian ini dilakukan dengan
metode non-eksperimental deskriptif kuantitatif menggunakan kuesioner yang
telah dikembangkan oleh peneliti. Responden dari penelitian ini adalah
pengelola apotek atau apoteker yang sedang praktik di apotek di wilayah Provinsi
Daerah Istimewa Yogyakarta. Pemilihan sampel dilakukan secara accidental
sampling. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui manfaat dan
kendala penerapan digital marketing menurut persepsi apoteker serta
hubungan antara karakterisik apotek terhadap jumlah apotek yang sudah menerapkan
strategi digital marketing dengan uji Chi-Square.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa mayoritas apotek
di Provinsi DIY sudah menerapkan digital marketing (65,91%). Terdapat
hubungan antara lokasi (p = 0,037, kepemilikan apotek terhadap (p = 0,000),
bentuk badan usaha (p =0,001), dan jumlah transaksi (p = 0,000) terhadap
penerapan digital marketing.Tidak terdapat hubungan antara lama apotek
sudah beroperasi terhadap penerapan digital marketing di apotek (p = 0,299).
Tidak terdapat hubungan signifikan antara persepsi apoteker pada manfaat dan
kendala digital marketing terhadap penerapannya di apotek dengan nilai p-value
yaitu 0,056 dan 0,558.
Digital marketing can be utilized as a strategi to
promote drugs/services, and buyers can make purchases without face-to-face
interaction. This research aims to determine the extent of digital marketing
implementation in pharmacies in the Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Province
and to identify the benefits and challenges faced by pharmacies that do not use
digital marketing strategies.
This study will be conducted using a non-experimental
quantitative descriptive method, employing a questionnaire developed by the
researchers. Respondents will consist of pharmacy owners or pharmacists
practicing in pharmacies in the Daerah Istimewa Yogyakarta Province. Sample
selection will be done through accidental sampling. Data will be analyzed
descriptively to determine the benefits and challenges of digital marketing
implementation according to pharmacist perceptions and the relationship between
pharmacy characteristics and the number of pharmacies implementing digital
marketing strategies using the Chi-Square test.
The research results indicate that most pharmacies in
the Yogyakarta Special Region (DIY) have implemented digital marketing (65,91%).
There is a significant relationship between location (p = 0,037), pharmacy
ownership (p = 0.000), business entity type (p = 0,001), and the number of
transactions (p = 0,000) and the implementation of digital marketing. There is
no significant relationship between the length of operation of the pharmacy and
the implementation of digital marketing (p = 0,299). There is also no
significant relationship between pharmacists' perceptions of the benefits and
challenges of digital marketing and its implementation in pharmacies, with
p-values of 0,056 and 0,558, respectively.
Kata Kunci : Digital marketing, Manfaat, Kendala, Penerapan