ESTIMASI NILAI EKONOMI SITUS WISATA TANJUNG PAPUMA DI KABUPATEN JEMBER MENGGUNAKAN METODE BIAYA PERJALANAN
BAGAS KUSUMA HAYUDHA, Slamet Riyanto, S.Hut.,M.Si.
2024 | Skripsi | S1 KEHUTANAN
Valuasi ekonomi sumber daya alam dan lingkungan penting dilaksanakan untuk menyediakan informasi yang akurat guna menghindari undervaluasi. Nilai ekonomi sumber daya alam dapat diukur melalui kesediaan membayar untuk memperoleh aliran manfaat dari suatu sumber daya. Tanjung Papuma merupakan kawasan pantai yang menjadi bagian dari hutan lindung dengan pemanfataan untuk wisata alam. Kesediaan membayar pengunjung dapat didekati dengan besarnya biaya perjalanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi nilai ekonomi Tanjung Papuma, selain itu juga untuk mengidentikasi karakteristik & motif pengunjung serta memperkirakan jumlah penerimaan yang diharapkan dengan pengenaan harga tiket masuk tertentu.
Penelitian ini menggunakan metode biaya perjalanan berbasis zona, dimana zonasi didasarkan pada jarak orbital asal pengunjung menuju situs wisata. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, & studi literatur dengan teknik accidental sampling. Penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Taro Yamane. Metode analisis data yang digunakan meliputi analisis deskriptif kuantitatif & analisis biaya perjalanan berbasis zona.
Nilai ekonomi total Wisata Tanjung Papuma diperkirakan mencapai Rp9.465.612.000 per tahun dengan surplus konsumen sebesar Rp7.089.850.000 per tahun. Berdasarkan kurva permintaan wisata, pada harga tiket Rp18.000 total penerimaan adalah Rp2.131.468.619 per tahun dengan 118.415 kunjungan, total penerimaan yang maksimum didapatkan pada harga tiket masuk sebesar Rp60.000 dengan nilai penerimaan sebesar Rp3.843.885.137 per tahun dan surplus konsumen Rp3.300.643.000. Terdapat kenaikan pendapatan 80?ri pendapatan saat ini.
Economic valuation of natural resources and the environment is essential to provide accurate information and avoid undervaluation. The economic value of natural resources can be measured through the willingness to pay for the benefits derived from a resource. Tanjung Papuma is a coastal area that is part of a protected forest, utilized for nature tourism. The visitors willingness to pay can be approximated by the travel cost. This study aims to estimate the economic value of Tanjung Papuma, identify the characteristics and motivations of visitors, and estimate the expected revenue with the imposition of specific entrance fees.
This study uses the zone-based travel cost method, where zoning is based on the orbital distance from the visitors' origin to the tourist site. Data were collected through observation, interviews, and literature studies using accidental sampling techniques. The sample size was determined using the Taro Yamane formula. The data analysis methods employed include quantitative descriptive analysis and zone-based travel cost analysis.
The total economic value of Tanjung Papuma Tourism was estimated at Rp9.465.612.000 per year with a consumer surplus of Rp7.089.850.000 per year. Based on the tourism demand curve, at a ticket price of Rp18.000, the total revenue was Rp2.131.468.619 per year with 118.415 visits. The maximum revenue was obtained at an entrance ticket price of Rp60.000 with a revenue value of Rp3.843.885.137 per year and consumer surplus of Rp3.300.643.000. There was a 80% increase in revenue from the current income.
Kata Kunci : Nilai ekonomi, Metode biaya perjalanan, Penerimaan yang diharapkan ; Economic value, Travel Cost Method, Expected Revenue