PERENCANAAN KAWASAN PESISIR DESA JANGKARAN DENGAN KONSEP EKO-MINAWISATA DAN TANGGUH BENCANA
AISYA NAZIFA, Atrida Hadianti, S.T., M.Sc., Ph.D.
2024 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
Kawasan
pesisir Desa Jangkaran memiliki banyak potensi sumber daya alam meliputi
mangrove, tambak, habitat penyu, dan pantai, serta telah berkembang wisata desa
yang atraktif. Kawasan ini secara geografis strategis karena berada di dekat
bandara YIA, namun memiliki aksesibilitas yang kurang baik. Di samping itu,
terdapat kerusakan lahan konservasi mangrove akibat aktivitas wisata serta
ancaman bencana tsunami. Maka dari itu, diperlukan perencanaan kawasan pesisir
yang komprehensif dan mampu mengoptimalkan potensi sumber daya alam, berfokus
pada peningkatan kuantitas konservasi, kualitas fasilitas wisata dan budidaya
perikanan, serta meningkatkan kapasitas desa tangguh bencana. Konsep eko-minawisata
dan tangguh bencana digunakan sebagai konsep utama berupa perencanaan yang
mendorong perkembangan sektor pariwisata, perikanan, konservasi lingkungan, dan
kebencanaan secara berkelanjutan dan terintegrasi. Kedua konsep ini kemudian
diterapkan dalam enam elemen desain, yaitu zonasi pesisir dan tata bangunan;
sarana dan prasarana pesisir; informasi dan penanda; RTH dan vegetasi;
sirkulasi dan jalur penghubung; dan kelembagaan. Penyusunan perencanaan ini
menggunakan metode Soft System
Methodology (SSM) dengan pendekatan perencanaan komprehensif yang
menghasilkan masterplan bagi pemberi
dan penerima manfaat perencanaan kawasan pesisir Desa Jangkaran.
The
coastal area of Jangkaran Village is an area that has many potential natural
resources including mangroves, ponds, turtle habitat, beaches and has developed
attractive village tourism. This area is geographically strategic because it is
near the YIA airport, but has poor accessibility. In addition, there is damage
to mangrove conservation land due to tourism activities and the threat of
tsunami disasters. Therefore, comprehensive coastal area planning is needed and
is able to optimise the potential of natural resources, focusing on increasing
the quantity of conservation, the quality of tourist facilities and aquaculture
and increasing the capacity of disaster resilient villages. The concept of eco-marine
tourism and disaster resilience is used as the main concept in the form of
planning that encourages the development of tourism, fisheries, environmental
conservation and disaster sectors in a sustainable and integrated manner. These
two concepts are then applied in six design elements, namely, coastal zoning
and building layout; coastal facilities and infrastructure; information and
signage; green spaces and vegetation; circulation and connecting paths; and institutions.
The preparation of this plan uses the Soft System Methodology (SSM) method with
a comprehensive planning approach that produces a master plan for the providers
and beneficiaries of the Jangkaran Village coastal area planning.
Kata Kunci : Eko-Minawisata, Kawasan Pesisir, Konservasi, Perikanan, Tangguh Bencana