Dinamika penggunaan lahan di sepanjang kanan-kiri jalan kaliurang
Danang Agung Wikantadhi, Drs. Su Ritohardoyo, M.A.; Drs.Andri Kurniawan, S.Si., M.Si.
2004 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHJalan Kaliurang merupakan salah satu jalan utama yang menghubungkan Kota Yogyakarta dengan daerah Sleman bagian Utara. Jalan Kaliurang juga berfungsi untuk menyediakan jalan masuk atau akses menuju daerah daerah baru untuk pengembangan kegiatan perekonomian, pendidikan, pariwisata, permukiman, dan juga sebagai salah satu inlet menuju Jalan Lingkar bagian Utara. Keberadaan Jalan Kaliurang memberikan berbagai dampak, baik positif maupun negatif terhadap wilayah sekitar. Pengaruh positif dari adanya jalan ini adalah kemudahan menuju kawasan wisata Kaliurang, Kampus Ull Terpadu, serta pemerataan beban lalu lintas ke arah Utara. Pengaruh negatif antara lain banyaknya spekulasi lahan di sepanjang Jalan Kaliurang, peningkatan luas perubahan penggunaan lahan, serta penurunan kondisi lingkungan hidup, terutama oleh tingkat kebisingan lalu lintas dan polusi udara. Dari berbagai permasalahan di atas, maka penelitian ini mengkaji perubahan bentuk penggunaan lahan dan distribusi keruangan yang terjadi, besarnya luas bentuk perubahan penggunaan lahan di kanan kiri Jalan Kaliurang, perubahan produktifitas pertanian yang diakibatkan oleh perubahan bentuk penggunaan lahan dari pertanian ke non pertanian, pengaruh keberadaan bentuk penggunaan lahan tertentu terhadap perubahan penggunaan lahan, bangkitan lalu — lintas yang diakibatkan perubahan penggunaan ]ahan, dan besamya penyirnpangan praktek penggunaan lahan terhadap Rencana Detil Tata Ruang Kota. Penelitian dilaksanakaa di wilayah yang berada di sepanjang kanan — kiri Jalan Kaliurang. Daerah penelitian dibagi menjadi enam bagian berdasar batas administrasi. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan untuk mencapai tujuan penelitian tersebut digunakan metode overlay, korelasi Rho Spearman, dan Path Analysis dengan menggunakan komputer dengan software SPSS v. 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan penggunaan lahan cenderung semakin meningkat jika mengarah ke Selatasn (menuju. Desa Condongcatur), hal ini disebabkan oleh pemekaran Kota Yogyakarta (Urban Sprawl). Daerah Condongcatur dan sekitarnya merupakan daerah yang dekat dan berbatasan langsung dengan Kota Yogyakarta sehingga pengaruh pemekaran kota semakin kuat. Salah satu dampak perembetan kenampakan kota adalah perubahan penggunaan lahan, baik itu dari pertanian ke non pertanian, maupun sesama non pertanian. Perubahan lahan pertanian menjadi non pertanian ini secara tidak langsung juga menyebabkan penurunan produktifitas pertanian. Penurunan produktifitas pertanian di daerah penelitian tidak sepenuhnya terjadi, hal ini disebabkan karena pemilik lahan masih mempertahankan lahan pertaniannya, Pola pemanfaatan lahan di daerah penelitian adalah dengan mendayagunakan sebagian lahan untuk non pertanian dan sebagian lagi tetap dimanfaatkan sebagai lahan pertanian dengan pola intensifikasi pertanian. Tingkat aksesibilitas Jalan Kaliurang dan jalan lain di sekitamya yang dihitung berdasarkan kondisilkeadaan jalan ternyata tidak menunjukkan hubungan dan pengaruh yang signifikan terhadap perubahan penggunaan lahan. Hubungan antara lingkat aksesibilitas dan perubahan penggunaan lahan menjadi lebih dan signifikan ketika faktor jarak diikutkan dalam perhitungan. Hal ini disebabkan karena penduduk juga mempertimbangkan kemudahan untuk mencapai tempat tempat aktifitas tertentu, bukan hanya dalam hal kondisi jalan, namun juga jarak antar tempat aktifltasnya. Banyaknya penduduk yang beraktifitas dengan menggunakan Jalan Kaliurang sebagai sarana transportasi menimbulkan masalah lalu lintas semakin kompleks, salah satunya adalah bangkitan lalu Perubahan penggunaan lahan yang terjadi di daerah penelitian tidak sepenuhnya sesuai dengan Rencana Tata Ruang yang ditetapkan pemerintah. Penyimpangan terbesar terdapat pada daerah penelitian Condongcatur, hal ini disebabkan oleh kurang sesuainya tujuan Rencana Tata Ruang terhadap daerah itu sendiri, kurangnya penegakan hokum tata ruang, dan yang paling penting adalah ketidaktahuan masyarakat tentang rencana — rencana pemanfaatan lahan yang ditetapkan.
Kaliurang is one of main street which is connecting the city of Yogyakarta to Northern Sleman. lt also provides an entrance to new areas for economic activities development, education, tourism, settlement, and also an inlet to North Ring Road. The existence of this street itself give positive and negative effects to its surrounding. The positives are the access to a tourist destination Kaliurang, Indonesian Moslem University, even distribution of traffic to the Northern part of Yogyakarta. The negatives among others are the increasing of speculative idea on area along Kaliurang Street, the increasing of width of are occupation change, and the decreasing of environmental quality condition especially because of air and sound pollution as a result of traffic. Therefore, this research is due to study the formation and function changing of area occupation and spatial distribution of the changing happened, the width of land use changing happened in both of right and left side of the street, changing in agricultural productivity which is caused by the land use changing from agriculture to non agriculture, the influence some land use type existence, the emerge of traffic attraction due to land use changing, and the deviation of land use practice on Urban Space Detail Arrangement Plan. This research is done in both right and left side of Kaliurang Street area. The research area is divided into six based on administration border. The research makes us of observation method and for achieving the purpose of the research itself overtay method, Rho Spearman Correlation, and Path Analysis using SPSS v. 10 software. The Result of this research shows that the land use changing tends to increase even more if heading South (to Condongcatur Village), it is caused by the urban sprawl of the city of Yogyakarta. Condongcatur village and its environs border on the city of Yogyakarta therefore the influence is stronger. One effect of the visible of city spread is land use changing, for instance from agriculture to non agriculture or non agriculture itself. The changing mentioned in the previous sentence is indirectly also causing the decreasing of agriculture productivity. Eventhough, the reduction does not thoroughly happen, it is caused by the land owners still defend their fields. The pattern of fields exploitation in research area is by taking profit of one part of the land for agriculture, for non agriculture whilst other for agiculrure with intensification pattern. The accessibility of Kaliurang Street and other streets which are measured based on their conditions are not showing any relation and significant infiuence to land use changing. The relation between accessibility level and land use changing become stronger and more significant when distance factor is jained in the measurement. It is because the residents also consider the ease to reach certain places, not only about the street condition but also the distance between those activity places. The huge number of people accessing Kaliurang Street as transportation mean therefore the traffic problem become more complex, for instance traffic attraction. The land use changing happened in research area will not completely according to Urban Space Detail Arrangement Plan which is determined by government. The biggest deviation is found in Condongcatut research area. It is caused by not only city growth but also the practice doesn't meet the Space Arrangement objectives, lack of Space Arrangement law enforcement, and the most important is caused by a resident's plain knowledge of plans how to make use of the area according to what have been deterrnined.
Kata Kunci : Penggunaan lahan,Sleman,DIY