Laporkan Masalah

Persepsi Keberfungsian Keluarga terhadap Mental Well-being Remaja dengan Regulasi Emosi sebagai Mediator

ANNISA KHOMSAH SALSABILA, Diana Setiyawati, S.Psi., MHSc., Ph.D., Psikolog

2024 | Skripsi | PSIKOLOGI

Kesehatan mental merupakan hal yang esensial di kehidupan manusia, tidak terkecuali remaja. Dengan dinamika emosional, kognitif, biologis, serta psikososialnya, kesehatan mental remaja perlu untuk menjadi perhatian. Salah satu faktor yang menentukan kesehatan mental adalah keberfungsian keluarga. Di sisi lain, regulasi emosi juga menentukan bagaimana keadaan kesehatan mental individu. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran mediasi regulasi emosi pada keberfungsian keluarga terhadap mental well-being remaja. Alat ukur yang dipakai dalam penelitian ini adalah versi Bahasa Indonesia dari Family Function Scale, Emotion Regulation Questionnaire, serta Warwick- Edinburgh Mental Well-being Scale. Responden dalam penelitian ini berjumlah 138 remaja yang mengisi kuesioner melalui media Google Form. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik Mediasi dengan bantuan software JAMOVI v.2.5.5. Hasil analisis menunjukkan bahwa regulasi emosi tidak memiliki peran mediasi pada keduanya secara signifikan. Namun di sisi lain, terdapat hubungan signifikan antara persepsi keberfungsian keluarga terhadap mental well-being remaja secara langsung. Hasil penelitian ini semakin memperjelas kontribusi keberfungsian keluarga dalam menghasilkan mental well-being yang lebih baik pada remaja. Dengan mengoptimalkan keberfungsian keluarga, mental well-being remaja dapat terjaga.

Adolescent mental health is a critical aspect of human development, characterized by a complex interplay of emotional, cognitive, biological, and psychosocial factors. This study investigates the impact of family functioning on adolescent mental well-being and examines the potential mediating role of emotional regulation within this dynamic. Utilizing the Indonesian adaptations of the Family Function Scale and the Emotion Regulation Questionnaire, along with the Warwick-Edinburgh Mental Well-being Scale, the research engaged 138 adolescents as participants, who completed the assessments via Google Form. Data analysis was conducted using mediation techniques facilitated by JAMOVI software (v.2.5.5). The findings reveal that emotional regulation did not significantly serve as a mediator in this relationship. In the other hand, there is a direct and significant correlation between family functioning and adolescent mental well-being. These insights underscore the significance of family dynamics in fostering adolescent mental well-being and suggest that enhancing family functioning may be pivotal in supporting the mental well-being of adolescents.

Kata Kunci : Keberfungsian keluarga, regulasi emosi, mental well-being

  1. S1-2024-455667-abstract.pdf  
  2. S1-2024-455667-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-455667-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-455667-title.pdf