Perencanaan Kawasan Perkotaan Jatisrono sebagai Kawasan Pertumbuhan Kabupaten Wonogiri Bagian Timur dengan Pendekatan Commercial Center Planning
Abimanyu Arya Ramadhan, Widyasari Her Nugrahandika, S.T., M.Sc.
2024 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
Kabupaten Wonogiri adalah salah satu wilayah administratif di Provinsi Jawa Tengah yang terletak di sebelah selatan dengan terdiri atas 25 kecamatan yang memiliki karakteristik dan permasalahan daerah yang berbeda-beda. Strategi yang dapat diambil untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan perencanaan yang mengembangkan konsep Commercial Center Planning dengan menentukan titik pusat pertumbuhan suatu kawasan yang memiliki potensi untuk dikembangkan dan dapat memberikan dampak multiplier effect bagi kawasan sekitar pusat pertumbuhan. Salah satu kecamatan yang ideal dan potensial untuk menerapkan konsep tersebut yaitu adalah Kecamatan Jatisrono.
Pada dokumen RTRW Kabupaten Wonogiri Tahun 2020-2040, Kecamatan Jatisrono masuk dalam salah satu sistem perkotaan dengan tingkat Pusat Pelayanan Kawasan (PPK) pada pusat kawasan perkotaan. Untuk mendukung hal tersebut, dilakukan perencanaan dengan fokus pada penataan ulang pasar, pedagang kaki lima (PKL), dan ruang terbuka publik. Pada kawasan perkotaan Jatisrono memiliki objek yang dapat menjadi titik centers yaitu pasar sebagai daya tarik dalam mendukung aktivitas kegiatan perkotaan utamanya dalam bidang komersial dan jasa, serta memberikan dampak positif yang berpola menjalar ke kawasan hinterland.
Dalam perencanaan ini menggunakan metode Soft System Methodology (SSM) dengan menganalisis permasalahan yang tidak terstruktur dengan melihat perbandingan sudut pandang dari keadaan yang sebenarnya. Hasil dari analisis metode ini yaitu berupa masterplan, rencana detail keruangan, rencana detail program, dan rencana detail tahapan pembangunan yang telah melalui proses dari hasil elaborasi teori dan konsep perencanaan dari teori perencanaan kawasan, teori tempat sentral, dan pendekatan commercial center planning untuk mengatasi permasalahan eksisting.
Wonogiri Regency is one of the administrative regions in Central Java Province which is located in the south and consists of 25 sub-districts that have different regional characteristics and problems. The strategy that can be taken to overcome this is planning that develops the Commercial Center Planning concept by determining the center of urban growth which has the potential to be developed and can have a multiplier effect on the area around the growth center. One of the ideal and potential sub-districts for implementing this concept is the Jatisrono Sub-district.
In the 2020-2040 Wonogiri Regency RTRW document, Jatisrono District is included in one of the urban systems with the Regional Service Center (PPK) level at the center of the urban area. To support this, planning was carried out with a focus on rearranging markets, street vendors (PKL), and public open spaces. In the Jatisrono urban area, some objects can become centers, namely markets as an attraction in supporting urban activities, especially in the commercial and service sectors, as well as providing a positive impact that spreads to the hinterland area.
In this planning, the Soft System Methodology (SSM) method is used to analyze unstructured problems by looking at comparative points of view from the actual situation. The results of this method analysis are in the form of a master plan, detailed spatial plan, detailed program plan, and detailed plan for development stages that have gone through a process of elaborating planning theories and concepts from regional planning theory, central place theory, and a commercial center planning approach to overcome existing problems.
Kata Kunci : Commercial Center Planning, Pusat Pelayanan Kawasan, Kawasan Perkotaan, Pasar, Soft System Methodology