Laporkan Masalah

Pergeseran Nilai Maskulinitas Idol Group Jepang Naniwa Danshi dan King & Prince

GARNETA ISAURA DEWI, Lili Febriyani, S.S., M.Si.

2024 | Skripsi | SASTRA JEPANG

Maskulinitas sebagai sejumlah atribut dan peran yang dilekatkan kepada laki-laki, kemudian membentuk maskulinitas hegemonik yang menjadi standar ideal seorang laki-laki. Namun, saat ini maskulinitas hegemonik telah bergeser menjadi maskulinitas yang lebih dinamis. Maskulinitas ini salah satunya direpresentasikan melalui eksistensi idol group Jepang yang turut menggeser citra maskulinitas hegemonik dan membentuk maskulinitas alternatif baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna dan pergeseran nilai maskulinitas dalam idol group Naniwa Danshi dan King & Prince.

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data yang diperoleh melalui video musik Naniwa Danshi dan King & Prince. Teori semiotika Roland Barthes digunakan untuk menganalisis pemaknaan mitos dalam video musik Naniwa Danshi dan King & Prince. Teori performativitas gender Judith Butler juga digunakan untuk menganalisis pergeseran maskulinitas yang ditampilkan idol group Naniwa Danshi dan King & Prince. Melalui analisis semiotika, ditemukan empat pemaknaan mitos maskulinitas dalam video musik tersebut, yaitu perwujudan laki-laki metroseksual, normalisasi make up bagi laki-laki, gaya berpakaian androgini, dan laki-laki sebagai sosok yang dapat mengekspresikan emosi dan afeksi. Sementara itu, melalui analisis performativitas gender ditemukan bahwa terdapat pergeseran maskulinitas dalam aspek identitas gender, atribut maskulinitas, serta adanya negosiasi maskulinitas melalui tindakan performatif. 

Masculinity as a set of attributes and roles associated with men, then creates a hegemonic masculinity that becomes the ideal standard of a men. However, currently hegemonic masculinity has shifted to a more dynamic masculinity. One of these masculinities is represented through the existence of Japanese idol groups, which have also shifted the image of hegemonic masculinity and formed a new alternative masculinity. This research aims to analyze the meaning and shifting values of masculinity in idol groups Naniwa Danshi and King & Prince.

This research uses a descriptive qualitative method with data obtained through the music videos of Naniwa Danshi and King & Prince. Roland Barthes' semiotics theory is used to analyze the meaning of myths contained in Naniwa Danshi & King & Prince's music videos. Judith Butler's gender performativity theory is also used to analyze the shift in masculinity performed by idol groups Naniwa Danshi and King & Prince. Through semiotic analysis, four meanings of the myth of masculinity in the music videos were identified, namely the embodiment of metrosexual men, the normalization of make-up for men, androgynous dressing style, and men as figures who can express emotions and affections. Moreover, through gender performativity analysis, it is found that there is a shift in masculinity in the aspects of gender identity, masculinity attributes, and the negotiation of masculinity through performative acts.

Kata Kunci : Maskulinitas Alternatif, Idol Group, Semiotika, Performativitas Gender

  1. S1-2024-456010-abstract.pdf  
  2. S1-2024-456010-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-456010-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-456010-title.pdf