Evaluasi strategi bisnis PROTERIAL dalam meningkatkan global ratio rate di Indonesia
Yoki Toska, Dr. Evi Noor Afifah, M.S.E
2024 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA
Jepang
merupakan salah satu mitra bisnis Indonesia, namun investasi Jepang di
Indonesia mengalami penurunan sejak tahun 2016; negara lain lebih menarik bagi
Jepang dibandingkan dengan Indonesia. Salah satu kekuatan investasi perusahaan
Jepang di Indonesia terletak pada segmen otomotif dan rantai pasoknya. Hal ini
terlihat dari dominasi merek Jepang di industri otomotif nasional yang
menguasai pangsa pasar, bahkan lebih dari 90%. Segmen ini menjadi segmen pasar
utama dari Proterial di Indonesia, yaitu sebuah perusahaan yang berpusat di
Jepang, yang baru saja mengalami pergantian kepemilikan dari investor Jepang
dalam grup usaha Hitachi Ltd ke perusahaan investasi yang berpusat di Amerika
Serikat.
Setelah
pergantian kepemilikan, sasaran dari manajemen baru adalah meningkatkan global
ratio rate, yaitu penjualan ke pelanggan yang asli kepemilikannya bukan
Jepang. Walaupun target utama perusahaan menekankan pada peningkatan penjualan,
peningkatan global ratio rate juga dianggap sebagai salah satu langkah
penting yang ingin dicapai oleh perusahaan setelah berganti nama dari Hitachi
Metals menjadi Proterial. Di lain hal, ada dugaan dan persepsi bahwa nama baru
yang tidak terdengar seperti nama Jepang akan menyulitkan perusahaan untuk
mempertahankan dan meningkatkan penjualan di kalangan pelanggan Jepang yang
sangat loyal terhadap proses bisnis sesama perusahaan Jepang.
Proterial
saat ini memiliki penjualan dari segmen otomotif lebih dari 80%, segmen ini
terlalu dominan bagi perusahaan. Setelah pergantian kepemilikan, perlu
dilakukan evaluasi strategi bisnis dengan menganalisis daya tarik segmen yang
menjadi segmen utama perusahaan dan memberikan usulan dalam meningkatkan
penjualan ke perusahaan yang bukan Jepang dalam rangka meningkatkan global
ratio rate perusahaan. Analisis kerangka Porter's Five Forces dapat
memberikan gambaran tentang kondisi industri komponen otomotif di Indonesia
yang memiliki banyak tantangan dari segi ancaman produk substitusi dan
intensitas persaingan. Sementara itu, usulan formulasi strategi dapat
disampaikan dengan penggunaan Business Model Canvas (BMC) pada segmen industri
lokal di bidang kereta api dan industri baja.
Japan
is one of Indonesia's business partners, yet Japanese investment in Indonesia
has declined since 2016; other countries have become more attractive to Japan
compared to Indonesia. One of the strengths of Japanese corporate investment in
Indonesia lies in the automotive segment and its supply chain. This is evident
from the dominance of Japanese brands in the national automotive industry,
controlling even more than 90% of the market share. This segment has become the
main market segment for Proterial in Indonesia, a company headquartered in
Japan, which has recently undergone a change of ownership from Japanese
investors within the Hitachi Ltd group to an investment company based in the
United States.
Following
the change in ownership, the new management's goal is to increase the global
ratio rate, which is sales to customers whose original ownership is not
Japanese. Although the company's primary target emphasizes increasing sales,
improving the global ratio rate is also considered an important step to be
achieved by the company after changing its name from Hitachi Metals to
Proterial. Moreover, there is speculation and perception that the new name,
which does not sound Japanese, will make it difficult for the company to
maintain and increase sales among Japanese customers who are very loyal to
business processes with fellow Japanese companies.
Proterial
currently has more than 80% of its sales from the automotive segment, which is
too dominant for the company. After the change in ownership, it is necessary to
evaluate business strategies by analyzing the attractiveness of the segment
that is the company's main segment and providing suggestions for increasing
sales to non-Japanese companies in order to improve the company's global ratio
rate. Analysis using Porter's Five Forces framework can provide an overview of
the condition of the automotive component industry in Indonesia, which faces
many challenges in terms of the threat of substitute products and the intensity
of competition. Meanwhile, strategy formulation suggestions can be presented
using the Business Model Canvas (BMC) for local industry segments in the
railway and steel industries.
Kata Kunci : business strategy, proterial, Porter's Five Forces, and Business Model Canvas (BMC).