HUBUNGAN INTENSITAS BERSEPEDA DENGAN DEPRESI PADA KOMUNITAS SEPEDA WANITA DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Annisa Avicenna Ayudiyusraa, Prof.Dr.dr.H.Soewadi, MPH, Sp.KJ(K) ; dr. Irwan Supriyanto, Ph.D, Sp.KJ
2024 | Tesis-Spesialis | S2 Psikiatri
Latar
belakang: Depresi pada wanita merupakan masalah kesehatan global
dengan jumlah kasus dan angka morbiditas yang tinggi. Depresi memiliki
komplikasi seperti penyakit metabolik yang diderita seumur hidup hingga disabilitas,
serta meningkatnya angka bunuh diri. Selain itu juga memiliki dampak luas pada
kehidupan keluarga dan masyarakat baik dari segi sosial maupun ekonomi. Di Indonesia, kasus
depresi pada wanita terus meningkat setiap tahunnya dengan rasio yang lebih
tinggi daripada laki-laki, hal ini didukung adanya faktor fluktuasi hormonal
dan faktor psikososial lainnya. Meskipun depresi telah dikatakan dapat
ditatalaksana efektif dengan farmakoterapi, tetapi hal ini tidak selalu
berespon sama di tiap individu, bahkan angka depresi pada wanita masih
mengalami peningkatan. Modalitas terapi lain seperti olahraga dikatakan dapat
menurunkan gejala depresi terutama olahraga aerobik seperti bersepeda.
Tujuan
penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi
hubungan antara intensitas bersepeda dengan depresi pada komunitas sepeda
wanita di DIY.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian ini adalah anggota komunitas sepeda wanita di DIY. Intensitas bersepeda akan diukur menggunakan instrumen IPAQ-SF dan depresi akan diukur menggunakan instrumen PHQ-9 versi Bahasa Indonesia. Analisis data menggunakan uji Chi Square, koefisien kontingensi, dan regresi logistik dengan tingkat kemaknaan yang disepakati signifikan secara statistik adalah nilai p <0>
Hasil: Jumlah responden penelitian ini sebanyak 109 subjek. Terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas bersepeda dengan depresi pada komunitas sepeda wanita di DIY (?2=6.96, p=0.031, C=0.245). Hasil analisis multivariat menunjukan bahwa status pernikahan dan religiusitas berpengaruh terhadap depresi pada komunitas sepeda wanita di DIY (R2= 0.219).
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara intensitas bersepeda dengan depresi pada komunitas sepeda wanita di DIY.
Kata kunci: bersepeda, depresi, depresi pada wanita, IPAQ-SF, PHQ-9
Background: Depression in women is a global health problem with a high number
of cases and morbidity rates. Depression has complications such as lifelong
metabolic disease and disability, as well as increased suicide rates. Apart
from that, it also has a broad impact on family and community life, both from a
social and economic perspective. In Indonesia, cases of depression in women
continue to increase every year with a higher ratio than men, this is supported
by hormonal fluctuations and other psychosocial factors. Although it has been
said that depression can be treated effectively with pharmacotherapy, this does
not always respond the same in each individual, in fact the rate of depression
in women is still increasing. Other therapeutic modalities such as exercise are
said to reduce symptoms of depression, especially aerobic exercise such as
cycling.
Research
objectives: This study aims to identify the relationship
between cycling intensity and depression in the women's cycling community in
DIY.
Method: This research is an observational analytical study with a cross-sectional approach. The subjects of this research are members of the women's cycling community in DIY. Cycling intensity will be measured using the IPAQ-SF instrument and depression will be measured using the Indonesian version of the PHQ-9 instrument. Data analysis used the Chi Square test, contingency coefficient, and logistic regression with the agreed level of significance being statistically significant at p <0>
Results: The number of respondents to this research was 109 subjects. There
is a significant relationship between cycling intensity and depression in the
women's cycling community in DIY (?2=6.96, p=0.031, C=0.245). The results of the multivariate analysis show
that marital status and religiosity influence depression in the women's cycling
community in DIY
(R2= 0.219).
Conclusion: There is a relationship between cycling intensity and depression in the women's cycling community in DIY.
Key words: cycling, depression, depression in women, IPAQ-SF, PHQ-9
Kata Kunci : bersepeda, depresi, depresi pada wanita, IPAQ-SF, PHQ-9