Peran Regulasi Diri Terhadap Perilaku Phubbing dan Implikasinya Pada Ketahanan Pribadi (Studi Pada Mahasiswa Universitas Gadjah Mada)
Aan Fatwa Setiawan, Dr. Yuli Fajar Susetyo, S.Psi., M.Si., Psikolog.; Dr. Muhammad Supraja, S.Sos., S.H., M.Si
2024 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional
Mahasiswa pada kehidupan sehari-hari memiliki kecenderungan yang tinggi terhadap penggunaan smartphone, sehingga sangat rentan terpapar oleh perilaku phubbing. Oleh karena itu mahasiswa membutuhkan regulasi diri sebagai kemampuan dalam menghadapi berbagai kerentanan yang hadir secara kontinu. sehingga diperlukan sebuah upaya dalam memitigasi, menavigasi, dan mengintervensi ketahanan mahasiswa.
Peneliti menggunakan mixed-methdos explanatory design untuk memperoleh data mengenai peran dan gambaran regulasi diri terhadap perilaku phubbing, serta implikasinya pada ketahanan mahasiswa Universitas Gadjah Mada. Pada penelitian kuantitatif didapatkan 177 partisipan mahasiswa, sedangkan pada penelitian kualitatif didapatkan 6 partisipan mahasiswa.
Hasil penelitian pada kuantitatif terdapat peran yang signifikan dari regulasi diri terhadap perilaku phubbing, sementara itu pada kualitatifnya ditemukan dua tema pada regulasi diri dan perilaku phubbing. Pada regulasi diri ditemukan tematik kesadaran dan pengarahan diri, sementara itu pada perilaku phubbing ditemukan tematik pelaku phubbing dan korban phubbing. Setelah kedua temuan penelitian disandingkan, didapatkan temuan bahwa mahasiswa dengan kategori sedang memiliki kemampuan kesadaran yang lebih baik dan mahasiswa dengan kategori tinggi memiliki kemampuan pengarahan diri yang lebih baik. Sedangkan mayoritas mahasiswa memiliki kecenderungan menjadi pelaku phubbing. Kemudian pada implikasi penelitian ditemukan ketahanan pribadi mahasiswa menjadi rentan ketika menjadi pelaku phubbing atau korban phubbing dan menghadirkan ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan (AGHT) baru bagi mahasiswa sebagai penerus kepemimpinan bangsa dan negara.
Students in their daily lives have a high tendency to use smartphones, so they are very vulnerable to being exposed to phubbing behaviour. Therefore, students need self-regulation as an ability to deal with various vulnerabilities that are present continuously, so that an effort is needed to mitigate, navigate, and intervene in student resilience.
Researchers used a mixed-methdos explanatory design to obtain data on the role and description of self-regulation on phubbing behaviour, as well as its implications for the resilience of Gadjah Mada University students. In quantitative research, 177 student participants were obtained, while in qualitative research, 6 student participants were obtained.
The results of the research on quantitative there is a significant role of self-regulation on phubbing behavior, while on qualitative it found two themes on self-regulation and phubbing behavior. In self-regulation, thematic awareness and self-direction were found, while in phubbing behavior, thematic phubbing perpetrators and phubbing victims were found. After the two research findings were compared, it was found that students in the medium category had better awareness skills and students in the high category had better self-direction skills. While the majority of students have a tendency to become phubbing perpetrators. Then in the research implications, it was found that students' personal resilience became vulnerable when they became phubbing perpetrators or victims of phubbing and presented new threats, disturbances, obstacles, and challenges (AGHT) for students as the successor to the leadership of the nation and state.
Kata Kunci : Regulasi Diri, Perilaku Phubbing, Ketahanan Pribadi, Ketahanan Nasional