Analisis Struktur Modal Optimal PT Waskita Karya (Persero) Tbk Tahun 2023
Rizki Ilmawan, R. Agus Sartono, Prof., Dr., M.B.A.
2024 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA
PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), perusahaan BUMN konstruksi ternama
Indonesia, mengalami permasalahan beban keuangan dan penurunan likuiditas akibat
tingginya rasio utang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur modal optimal
WSKT tahun 2023 menggunakan pendekatan biaya modal untuk menghitung tingkat rasio
utang yang dapat meminimalkan biaya modal dan memaksimalkan nilai perusahaan. Dalam
penelitian ini juga dilakukan analisis struktur modal melalui pendekatan analisis
komparatif untuk membandingkan struktur modal WSKT dengan 17 perusahaan sejenis
lain satu industri yang masuk dalam kategori perusahaan sektor infrastruktur subsektor
konstruksi bangunan pada Bursa Efek Indonesia.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur modal optimal WSKT tahun 2023
berada pada rasio utang 10,00% dengan biaya modal rata-rata tertimbang 8,90% dan nilai
perusahaan Rp81,60 Triliun. Rasio utang WSKT saat ini sebesar 84,75%, secara signifikan
telah melampaui rata-rata industri dan merupakan yang tertinggi diantara 17 perusahaan
pembanding. Tingginya tingkat rasio utang tersebut menunjukkan bahwa WSKT telah
menggunakan utang dengan proporsi jumlah yang jauh melewati titik optimal sehingga
manfaat dari penggunaan utang tidak lagi mampu mengimbangi financial distress cost dan
mengakibatkan risiko kebangkrutan yang saat ini tengah dihadapi.
Manajemen WSKT perlu untuk segera menurunkan jumlah utang perusahaan
melalui strategi divestasi aset, restrukturisasi utang, dan penambahan ekuitas. Selain itu
diperlukan peningkatan profitabilitas perusahaan, pemantauan struktur modal secara
berkala untuk evaluasi atas proses perbaikan struktur keuangan, serta peningkatan
transparansi dan komunikasi untuk menjaga kepercayaan investor dan kreditor terhadap
perusahaan.
Waskita Karya (WSKT), a leading Indonesian State-Owned Enterprise
construction company, faces financial strain due to high debt burden. This study aims to
analyze the optimal capital structure of WSKT in 2023 using the cost of capital approach
to calculate the debt ratio that minimizes the cost of capital and maximizes firm value.
Moreover, this research conducts a comparative analysis of the capital structure by
comparing WSKT with 17 similar companies categorized in the infrastructure sector,
specifically in the construction subsector listed on the Indonesia Stock Exchange.
The analysis reveals a 10.00% of debt ratio minimizes WSKT's cost of capital and
maximizes firm value. WSKT's current 84,75% debt ratio significantly exceeds the industry
average. The substantial debt ratio and an excessive capital structure indicate that WSKT
has utilized debt beyond the optimal level. Consequently, the benefits of debt financing are
insufficient to offset financial distress costs, leading to the current risk of bankruptcy.
Immediate debt reduction through asset divestment, debt restructuring, and equity
injection is essential to WSKT's management. Furthermore, enhancing profitability,
conducting periodic capital structure monitoring to assess financial restructuring
processes, and fostering transparency and communication are crucial for regaining
investor and creditor confidence.
Kata Kunci : struktur modal optimal, biaya modal rata-rata tertimbang, nilai perusahaan