Laporkan Masalah

Fleksibilitas Dan Keterhubungan Dalam Pola Transmisi Nilai Siri' na Pesse Pada Remaja Bugis Di Sulawesi Selatan

Muchlisah, Prof. Dr. Tina Afiatin, M.Si., Psikolog.

2024 | Disertasi | S3 Psikologi

Topik tentang transmisi nilai banyak menjelaskan bahwa jalur transmisi nilai yang paling efektif adalah bersumber dari orang tua. Kenyataannya perkembangan lingkungan remaja menunjukkan pengaruh yang kuat dari teman sebaya dan teknologi dalam proses memaknai dan mewujudkan nilai budaya yang spesifik. Konteks budaya perlu menjadi pertimbangan untuk menspesifikkan kajian nilai dalam penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses transmisi nilai siri’ na pesse dalam keluarga Bugis melalui penelusuran pola interaksi orang tua dengan remaja Bugis, pola transmisi nilai yang terbentuk dalam keluarga, proses remaja memaknai nilai siri’ na pesse, wujud dan peran siri’ na pesse dalam kehidupan remaja Bugis, dan peran lingkungan dalam transmisi nilai siri’ na pesse. Pendekatan teori ekokultural, model filter, dan model sirkumpleks digunakan sebagai dasar menyusun kerangka konsep penelitian.

Desain penelitian menggunakan pendekatan etnografi. Partisipan penelitian berjumlah 32 orang yang terdiri dari 6 unit keluarga inti bersuku Bugis dengan remaja sulung berusia 13-20 tahun, 6 orang teman sebaya, 6 orang pengajar, dan 2 orang budayawan. Data dikumpulkan melalui proses wawancara mendalam kepada partisipan disertai dengan pengamatan lapangan. Analisis data penelitian melalui tiga tahapan yaitu open coding, axial coding, dan selective coding yang bertujuan untuk merumuskan pola temuan penelitian.

Hasil penelitian menemukan tiga pola interaksi keluarga yang juga membentuk variasi pola transmisi nilai, yaitu: pola interaksi dengan aturan fleksibel dan keterhubungan yang baik antar anggota keluarga, menghasilkan reproduksi nilai pada remaja. Orang tua dan remaja sama-sama memiliki motivasi kuat dalam transmisi sehingga ada kesesuaian makna nilai. Nilai siri’ diartikan menjaga harga diri dan kehormatan dengan bersikap baik, sementara nilai pesse bermakna rasa kebersamaan. Pola kedua yaitu aturan yang kaku dan anggota keluarga tidak saling terhubung. Hadirnya teman sebaya membentuk motivasi remaja untuk memakna nilai secara lebih beragam, sehingga menghasilkan modifikasi nilai dalam proses transmisi. Makna nilai siri’ yang dibentuk adalah mempertahankan harga diri dan kehormatan dengan menonjolkan nilai keberanian, sementara nilai pesse dimaknai sebagai kesetiakawanan yang cenderung diimplementasikan dalam pergaulan sesama remaja. Pola interaksi ketiga yaitu aturan yang sangat fleksibel dan anggota keluarga tidak saling terhubung. Tidak terbentuknya motivasi orang tua untuk mentransmisikan nilai secara intens menghasilkan adanya pengabaian nilai oleh remaja. Akibatnya transmisi nilai dalam keluarga tidak berjalan efektif. Nilai siri’ yang dimaknai orang tua berupa menjaga kehormatan dengan gigih berusaha mencapai kesuksesan, tidak tampak dalam makna nilai pada remaja. Teknologi banyak mempengaruhi remaja melalui pergaulan dengan teman sebaya, dan tampak lebih kuat pada pola transmisi yang menghasilkan modifikasi dan pengabaian nilai. Pada pola modifikasi nilai, masih terdapat kontrol orang tua terhadap penggunaan teknologi meskipun didominasi oleh peran ibu, Sementara keterlibatan teknologi pada pola pengabaian nilai cukup besar tanpa disertai pendampingan orang tua, sehingga transmisi nilai tidak berjalan efektif di dalam keluarga.

Kata kunci: Keluarga Bugis, Orang tua, Pesse, Remaja, Siri, Teknologi, Transmisi Nilai.

The topic of value transmission explains a lot that the most effective value transmission route is from parents. In fact, the development of the adolescent environment shows the strong influence of peers and technology in the process of interpreting and realizing specific cultural values. Cultural context needs to be taken into consideration when specifying value studies in research. This research aims to understand the process of transmitting the value of siri' na pesse in Bugis families by tracing the interaction patterns of parents with Bugis teenagers, the pattern of value transmission that is formed in the family, the process of teenagers interpreting the value of siri' na pesse, the form and role of siri' na pesse in the lives of Bugis teenagers, and the role of the environment in the transmission of siri' na pesse values. Ecocultural theory approaches, filter models, and circumplex models are used as a basis for developing a research conceptual framework.

The research design uses an ethnographic approach. The research participants were 32 people consisting of 6 Bugis nuclear family units with the oldest teenager aged 13-20 years, 6 peers, 6 teachers, and 2 cultural figures. Data was collected through an in-depth interview process with participants accompanied by field observations. Analysis of research data through three stages, namely open coding, axial coding, and selective coding which aims to formulate patterns of research findings.

The research results found three patterns of family interaction which also form variations in value transmission patterns, namely: interaction patterns with flexible rules and good connectivity between family members, resulting in the reproduction of values ??in adolescents. Parents and teenagers both have strong motivation in transmitting so that there is congruence in the meaning of values. The siri' value means maintaining self-esteem and honor by being kind, while the pesse value means a sense of togetherness. The second pattern is rigid rules and family members are not connected to each other. The presence of peers shapes teenagers' motivation to interpret values ??in a more diverse way, resulting in value modification in the transmission process. The meaning of the value of siri' that is formed is maintaining self-esteem and honor by highlighting the value of courage, while the value of pesse is interpreted as solidarity which tends to be implemented in interactions with fellow teenagers. The third interaction pattern is that the rules are very flexible and family members are not connected to each other. The absence of parental motivation to transmit values ??intensely results in the neglect of values ??by adolescents. As a result, the transmission of values ??within the family does not run effectively. The value of siri' which is interpreted by parents as maintaining honor by persistently trying to achieve success, does not appear in the meaning of values ??in teenagers. Technology influences teenagers a lot through interactions with peers, and appears stronger in transmission patterns that result in modification and abandonment of values. In the value modification pattern, there is still parental control over the use of technology even though it is dominated by the mother's role. Meanwhile, the involvement of technology in the value neglect pattern is quite large without parental assistance, so that value transmission does not run effectively within the family.

Keywords: Bugis Family, Parents, Pesse, Teenagers, Siri', Technology, Transmission of Values.

Kata Kunci : Keluarga Bugis, Orang tua, Pesse, Remaja, Siri’, Teknologi, Transmisi Nilai.

  1. S3-2024-435428-abstract.pdf  
  2. S3-2024-435428-bibliography.pdf  
  3. S3-2024-435428-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2024-435428-title.pdf