Laporkan Masalah

Konsep Livabilitas dalam Rancang Kawasan Pasar Wage Purwokerto

Dinar Aulia Rahma, Dr. Dyah Titisari Widyastuti, ST, MUDD.

2024 | Tesis | MAGISTER RANCANG KOTA

Adanya perkembangan Purwokerto sebagai ibu kota Kabupaten Banyumas menyebabkan meningkatnya tuntutan kebutuhan fasilitas perkotaan untuk menjadi wadah aktivitas kehidupan masyarakat, termasuk aktivitas ekonomi. Sebagai pusat kawasan komersial perdagangan dan jasa, Pasar Wage memiliki pengaruh yang besar pada pertumbuhan ekonomi kota Purwokerto. Namun dengan tingginya intensitas kegiatan yang ada pada kawasan Pasar Wage, ditemukan beberapa permasalahan yang mengindikasikan turunnya livabilitas kawasan seperti adanya penumpukan sampah, kemacetan lalu lintas, penyalahgunaan lahan, serta buruknya kualitas lingkungan dan infrastruktur. Pada kondisi idealnya, ruang publik komersial seharusnya menyediakan ruang yang  layak bagi pengguna kawasan karena di dalamnya terdapat fasilitas penting yang mendorong kelayakan hidup di perkotaan. Dengan melihat antara kondisi lingkungan fisik yang terbangun dan fenomena yang terjadi, maka diperlukan sebuah upaya dalam meningkatkan kondisi livabilitas pada kawasan ini. 
Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan. Metode analisis dilakukan dengan teknik penilaian/ skoring antara kondisi eksisting dengan standar teori konsep livabilitas. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengidentifikasi tingkat livabilitas dan komponen pengaruh livabilitas pada kondisi eksisting kawasan Pasar Wage, serta untuk memberikan strategi perancangan yang tepat dalam penataan yang mengimplementasikan konsep livabilitas pada kawasan Pasar Wage Purwokerto. 
Livabilitas kawasan dinilai berdasarkan 6 variabel penelitian yaitu aksesibilitas, kenyamanan, keselamatan, kualitas lingkungan, aktivitas, dan fungsi. Secara keseluruhan, tingkat livabilitas kawasan Pasar Wage memiliki skor 141/240 (livabilitas sedang). Terdapat perbedaan tingkat livabilitas antar segmen kawasan. Segmen 1 dan 5 memiliki tingkat livabilitas yang rendah, sedangkan segmen 2 memiliki tingkat yang paling rendah. Di sisi lain, segmen 3 dan 4 menunjukkan tingkat livabilitas yang lebih baik. Faktor-faktor seperti klasifikasi dan fungsi jalan juga mempengaruhi tingkat livabilitas pada segmen tertentu. Misalnya, segmen 3 dan 4 memiliki tingkat livabilitas yang tinggi karena dilewati oleh jalan-jalan primer yang mengundang aktivitas ekonomi dan koneksi transportasi yang baik.

The development of Purwokerto as the capital of Banyumas Regency has led to increasing demands for urban facilities to become a place for community life activities, including economic activities. As the center of the commercial area for trade and services, Pasar Wage has a significant influence on the economic growth of the city of Purwokerto. However, with the high intensity of activities in the Pasar Wage area, several problems were found which indicated a decreased level of livability, such as garbage accumulation, traffic jams, misuse of land, and poor quality of the environment and infrastructure. In ideal conditions, commercial public spaces should provide adequate space for the users since it contains important facilities that encourage livability in urban areas. By examining the conditions of the built physical environment and the occurring phenomena, solutions are needed to improve livability conditions in this area.

This is a qualitative descriptive research type with field observation data collection. The analysis method is carried out using an assessment/skoring technique between existing conditions and standard livability concept theory. This research aims to identify the level of livability and the components influencing livability in the existing conditions of the Pasar Wage area, as well as to provide appropriate design strategies in the arrangement that implement the concept of livability in the Pasar Wage area. 

Livability of the area is assessed based on 6 research variabels including accessibility, comfort, safety, environmental quality, activities, and function. Overall, the livability level of Pasar Wage area has a score of 141/240 (moderate livability). There are differences in livability levels among the area segments. Segments 1 and 5 have low livability levels, while segment 2 has the lowest level. On the other hand, segments 3 and 4 show better livability levels. Factors such as road function and classification also affect the livability level in certain segments. For example, segments 3 and 4 have high livability levels because they are traversed by primary roads that attract economic activities and have good transportation connections.

Kata Kunci : Livabilitas, kawasan komersial, pasar, ruang terbuka publik

  1. S2-2024-486801-abstract.pdf  
  2. S2-2024-486801-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-486801-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-486801-title.pdf