Inovasi Pertumbuhan In Vitro Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata Lindl.) Menggunakan Temporary Immersions Systems
ANISA DEWI RAHAYU, Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc.
2024 | Skripsi | BIOLOGI
Anggrek hitam (Coelogyne pandurata Lindl.) adalah anggrek endemik Kalimantan Timur dan Papua yang sedang diupayakan untuk pelestariannya. Perbanyakan melalui optimasi mikropropagasi dengan perkembangan teknologi penting dan harus dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk memperbanyak bibit/planlet C. pandurata melalui kombinasi pengaplikasian teknologi TISs terintegrasi sensor otomatis yang dihasilkan dari penelitian sebelumnya untuk menumbuhkan planlet C. pandurata secara in vitro pada medium Murashige dan Skoog (MS) dengan penambahan Zat Pengatur Tumbuh NAA dan BAP serta menganalisis efek penambahan ekstrak kulit Pisang Ambon. Metode penelitian dengan data kuantitatif menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), Analysis of Variance (ANOVA) one-way, Duncan's Multiple Range Test (DMRT) taraf nyata 5%, dan IBM SPSS Statistics 25.0, data kualitatif berupa morfologi dan anatomi, serta studi literatur bioaktivitas senyawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi TISs terintegrasi sensor otomatis dapat meningkatkan pertumbuhan dan kualitas planlet C. pandurata. Rata-rata pertambahan jumlah akar setelah inkubasi, yaitu 3 buah, panjang akar 0.81 cm, jumlah daun 1.60 buah, dan panjang daun 0.70 cm. Perbandingan konsentrasi hormon optimal bagi pertumbuhan dan kualitas planlet C. pandurata adalah BAP 0,5 ppm dan NAA 1 ppm. Penambahan ekstrak kulit pisang ambon 1% sebagai biosida sangat baik untuk mendukung pertumbuhan dan kualitas C. pandurata.
Black orchid (Coelogyne pandurata Lindl.) is an endemic to East Kalimantan and Papua whose preservation is sought. Multiplication efforts through optimizing micropropagation with technological developments are important and must be carried out. The objective of this research is to propagate C. pandurata plantlets by using the application of TISs integrated with automatic sensors resulting from previous research to grow C. pandurata plantlets in vitro on Murashige and Skoog (MS) media with the addition of NAA and BAP growth regulators and Ambon banana peel extract. The research method with quantitative data uses completely randomized design (RAL), one-way Analysis of Variance (ANOVA), Duncan's Multiple Range Test (DMRT) with a significance level 5%, and IBM SPSS Statistics 25.0, qualitative data of morphology and anatomy, as well as studies compound bioactivity literature. The results show that applying TISs integrated with automatic sensors increases the growth and quality of C. pandurata plantlets. The average increase in the number of roots after incubation was 3, root length 0.81 cm, number of leaves 1.60, and leaf length 0.70 cm. The optimal growth and quality of C. pandurata plantlets was achieved on a medium with the addition of BAP 0.5 ppm, NAA 1 ppm, and 1% Ambon banana peel extract as a biocide.
Kata Kunci : Anggrek hitam, ekstrak kulit Pisang Ambon, in vitro, TISs+sensor otomatis