Laporkan Masalah

Analisis Faktor Risiko Lama Rawat yang Memanjang di Instalasi Gawat Darurat RSUD Dr. Moewardi Surakarta Melalui Pendekatan Analisis Aliran Pasien

Hari Setyobudi, Ariani Arista Putri Pertiwi, S.Kep., Ns., MAN., DNP; Syahirul Alim, S.Kp., M.Sc., Ph.D

2024 | Tesis | S2 Magister Keperawatan

Latar Belakang: Permintaan untuk perawatan gawat darurat di tingkat global meningkat secara konsisten dari tahun ke tahun. Meningkatnya permintaan layanan gawat darurat dan prosedur pelayanan yang kompleks akan meningkatkan kepadatan pasien yang berdampak pada lama rawat yang memanjang di IGD. Lama rawat yang memanjang akan menurunkan kualitas pelayanan terkait keselamatan pasien, meningkatkan risiko terjadinya medical error dan mengurangi efisiensi pelayanan di IGD. Dari beberapa dampak tersebut menggambarkan pentingnya melakukan identifikasi faktor-faktor risiko lama rawat yang memanjang di IGD.

Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor risiko dan faktor risiko paling signifikan lama rawat yang memanjang di IGD RSUD Dr. Moewardi Surakarta.

Metode: Penelitian deskriptif analitik dengan desain kasus kontrol prospektif yang merekrut responden di IGD rumah sakit pendidikan di Surakarta, Indonesia pada bulan November 2023 dengan menggunakan teknik consecutive sampling. Sebanyak 240 pasien (kelompok kasus = 80, kelompok kontrol = 160) dengan kasus bedah, medikal, anak dan ginekologi mengambil bagian dalam penelitian ini. Data dikumpulkan dengan melakukan observasi menggunakan alat digital timer dan pengumpulan data menggunakan instrumen observasi terdiri dari data demografi dan aliran pasien di IGD. Data dianalisis menggunakan uji Chi square, Mann-Whitney u test dan regresi logistik berganda. 

Hasil: Faktor risiko tingkat triase, waktu kedatangan, waktu pemeriksaan laboratorium dan waktu pemeriksaan radiologi secara signifikan berisiko terhadap lama rawat yang memanjang di IGD dengan p value < 0>(OR 19,6; 95% CI 3,77 - 101,87), 2-orange (OR 7,57; 95% CI 1,61 - 35,57), 3-kuning (OR 0,71; 95% CI 0,14 - 3,57) dibandingkan tingkat triase 4-hijau dan sif malam (OR 2,52; 95% CI 1,28 - 4,95), sif sore (OR 1,84; 95% CI 0,95 - 3,55) dibandingkan sif pagi. Dua faktor protektif yaitu waktu konsultasi dokter spesialis dengan p value = 0,02 (OR 0,908; 95% CI 0,854 – 0,965) dan waktu tunggu keluar IGD dengan p value = 0,01 (OR 0,873; 95% CI 0,807 - 0,945) secara signifikan berpengaruh terhadap lama rawat yang memanjang di IGD. Waktu konsultasi dokter spesialis merupakan faktor protektif paling signifikan terhadap lama rawat yang memanjang di IGD.

Kesimpulan: Faktor risiko tingkat triase, waktu kedatangan, waktu pemeriksaan laboratorium, waktu pemeriksaan radiologi dan faktor protektif waktu konsultasi dokter spesialis dan waktu tunggu keluar dari IGD berpengaruh signifikan terhadap lama rawat yang memanjang di IGD. Waktu konsultasi dokter spesialis merupakan faktor protektif paling signifikan terhadap lama rawat yang memanjang di IGD

Background: The demand for emergency care at the global level is increasing consistently from year to year. The increasing demand for emergency services and complex service procedures will increase patient crowding which has an impact on the length of stay in the emergency department (ED). Prolonged length of stay will reduce the quality of services related to patient safety, increase the risk of medical errors and reduce the efficiency of services in the ED. These several impacts illustrate the importance of identifying risk factors for prolonged length of stay in the ED.

Objective: To determine the risk factors and the most significant risk factor for prolonged length of stay in the ED of Dr. Moewardi Surakarta Hospital.

Method: This study was an analytic descriptive study with a prospective control case design that recruited respondents at the ED of a teaching hospital in Surakarta, Indonesia in November 2023 using consecutive sampling techniques. A total of 240 patients (case group = 80, control group = 160) with surgical, medical, pediatric and gynecological cases took part in the study. Data was collected by observing using a digital timer and data collection using observation instruments consisting of demographic data of respondents and patient flow in the ED. Data were analyzed using Chi square test, Mann-Whitney u test and multiple logistic regression. 

Results: Risk factors triage level, arrival time, laboratory examination time and radiology examination time are significantly at risk of prolonged length of stay in the ED with p value < 0> Triage levels were 1-red (OR 19.6; 95% CI 3.77 - 101.87), 2-orange (OR 7.57; 95% CI 1.61 - 35.57), 3-yellow (OR 0.71; 95% CI 0.14 - 3.57) versus 4-green triage levels and night shifts (OR 2.52; 95% CI 1.28 - 4.95), evening shifts (OR 1.84; 95% CI 0.95 - 3.55) versus morning shifts. Two protective factors, namely specialist consultation time with p value = 0,02 (OR 0,908; 95% CI 0,854 - 0,965) and waiting time to leave the ED with p value = 0,01 (OR 0,873; 95% CI 0,807 - 0,945) significantly protective against the occurrence of prolonged length of stay in the ED. The consultation time of a specialist is the most significant protective factor against the prolonged length of stay in the ED.

Conclusion: Risk factors triage level, arrival time, laboratory examination time, radiology examination time and protective factors specialist consultation time and waiting time to leave the ED have a significant effect on the prolonged length of stay in the ED. The specialist consultation time is the most significant protective factor against the prolonged length of stay in the ED.

Kata Kunci : Risk factors, length of stay, emergency department, patient flow

  1. S2-2024-495141-abstract.pdf  
  2. S2-2024-495141-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-495141-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-495141-title.pdf