Kesiapan Organisasi dalam Implementasi Lean Management di RSUD Bagas Waras Klaten
Anggita Ratna Damayanti, Dr. dr. Andreasta Meliala., DPH., M.Kes, MAS; dr. Tjahjono Kuntjoro, MPH, DrPH
2024 | Tesis | MAGISTER KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN KESEHATAN
Latar Belakang: RSUD Bagas Waras Klaten (RSBW) menunjukkan
adanya inefisiensi dan waste yang perlu ditangani, sehingga penerapan lean
management diperlukan untuk meningkatkan mutu pelayanan dan efisiensi. Walaupun
implementasi lean telah terbukti meningkatkan mutu, keamanan, efektivitas,
serta efisiensi biaya, namun ada potensi kegagalan jika elemen-elemen kesiapan
tidak terpenuhi. Pengukuran kesiapan lean management diperlukan untuk
mengidentifikasi elemen-elemen yang dapat menghambat atau mendukung implementasi
lean, sehingga dapat memprediksi keberhasilan implementasi lean.
Tujuan: Mengukur kesiapan organisasi dalam implementasi lean
management di RSUD Bagas Waras Klaten
Metode: Penelitian ini merupakan studi kasus eksplanatori
dengan desain studi kasus tunggal holistik. Data kuantitatif diperoleh melalui
instrumen Modified-Lean Readiness Framework (M-LRF) kepada 76 responden yang
dipilih secara acak dari 5 unit prioritas rumah sakit. Data kualitatif
diperoleh melalui wawancara mendalam kepada 5 responden yang berperan sebagai
pemimpin di unit prioritas.
Hasil: Nilai D(HLRI, HLRi) terdekat adalah 2,21 dan setara
dengan label linguistik “average ready”. Berdasarkan perhitungan CCi, elemen
terkuat RSBW yaitu Pasien dan Pelanggan Lainnya (LRF4), sedangkan elemen
terlemah yaitu Kelompok Supplier (LRF5). Sub-elemen terkuat adalah Keselamatan
Pasien dan Karyawan (LRF6.4), sedangkan sub-elemen terlemah adalah Posisi Lean
di Institusi (LRF1.4). Hambatan yang ditemui dalam kesiapan organisasi
mengimplementasi lean management antara lain Aspek Pimpinan dan Kepemimpinan,
Konsultan dan Tim Lean, serta Atribut Institusi Kesehatan.
Kesimpulan: Tingkat kesiapan organisasi dalam implementasi
lean management di RSBW adalah “average ready”.
Kata kunci: lean management, lean readiness, lean readiness
framework
Background: RSUD Bagas Waras Klaten (RSBW) shows inefficiencies and wastes that need to be addressed, so the implementation of lean management is needed to improve service quality and efficiency. Although lean implementation has been proven to improve quality, safety, effectiveness and cost efficiency, there is a risk for failure if readiness elements are not met. Measuring lean management readiness is necessary to identify the elements that can hinder or support lean implementation and to predict the success of lean implementation.
Objectives: To assess organizational readiness in implementing lean management at RSUD Bagas Waras Klaten
Methods: This research employs explanatory case study method with single holistic case study design. Quantitative data are acquired through Modified-Lean Readiness Framework (M-LRF) instrument and a simple random sampling are used to select 76 participants from five hospital main areas. Qualitative data are collected through in-depth interview conducted on 6 respondents as leaders in hospital main areas.
Results: The closest D(HLRI, HLRi) value is 2.21 equivalent to “Average Ready” linguistic label. Closeness coefficient (CCi) of the M-LRF elements shows the strongest element in RSBW is Patients and Other Customer Groups (LRF4) and the weakest is Supplier Group (LRF5), while the strongest in sub-element is Patient and Employee Safety (LRF6.4) and the weakest is Instituting Lean Positions (LRF1.4). Inhibiting aspects in implementing lean management are Leadership and Executive Team, Lean Sensei and Team, and Healthcare Institution Attributes.
Conclusions: RSUD Bagas Waras Klaten Readiness in Implementing Lean Management is “average ready”.
Keywords: lean management, lean readiness, lean readiness framework
Kata Kunci : lean management, lean readiness, lean readiness framework