Karakteristik sosial ekonomi dan demografi beserta proses mencari pekerjaan sebagai pramuniaga toko : Studi kasus di kotamadya Yogyakarta
Saptono Putro, Drs. Kasto, M.A.
1989 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenelitian pramuniaga toko di kotamadya Yogyakarta, yang ditinjau dari daerah asal dan keadaan sosial ekonomi, dipusatkan pada pusat pertokoan, yaitu Jalan Malioboro, jalan Achmad Yani, dan Jalan Urip Somoharjo. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik sosial ekonomi dan demografi pramuniaga toko, keadaan keluarga di daerah asal, serta proses mereka mencari pekerjaan di kota. Daerah penelitian dipilih secara " Purposive Sampling ". Obyek penelitian ini adalah pramuniaga toko yang melayani pakaian, kain dan sepatu, dengan jumlah sampel keseluruhan adalah 456 orang. Data-data yang diperoleh dianalisa menggunakan analisa tabulasi frekuensi dan tabulasi silang. Daerah asal pramuniaga toko sebagian besar adalah pedesaan, maka sebagian besar mata pencaharian kepala keluarga pramuniaga toko adalah di bidang pertanian, akan tetapi 62,36 persen lahan yang mereka garap kurang dari 0,25 ha. Sebagian besar responden, yaitu 84,9 persen berusia di bawan 24 tahun. Pendidikan responden rata-rata adalah 32 persen berpendidikan SMTP dan SMTA sebesar 60 persen. Pramuniaga toko yang berasal dari Kodya Yogyakarta 87,4 persen berpendidikan SMTA. Angkatan kerja ini sebagian besar adalah wanita, yaitu 77,9 persen dan 88,2 persen berstatus belum kawin. Sempitnya lapangan kerja di daerah asal mendorong mereka mencari pekerjaan di Kota sebagai pramuniaga toko. Informasi mengenai lapangan kerja yang diperoleh melalui teman atau saudara yang lebih dahulu bekerja, sebesar 48,9 persen. Sebagian besar daerah asal pramuniaga toko adalah kabupaten-kebupaten di wilayah D.I.Yogyakarta, dan kotamadya Yogyayakarta, yaitu sebesar 89,6 persen. Jam kerja pramuniaga toko cukup tinggi yaitu rata-rata lebih dari 40 jam perminggu. Lama bekerja pramuniaga toko 61,6 persen di bawah 2 tahun, 67,5 persen penghasilan pramuniaga toko berkisar antara Rp.20.000 hingga Rp.29.000 perbulan. Pramuniaga toko memberikan sebagian penghasilanya kepada orang tua atau dipakai sendiri tergantung dari tampat tinggal selama mereka bekerja di kodya Yogyakarta. Penghasilan pramuniaga toko yang tidak seimbang dengan jumlah jam kerja yang tinggi, sebaiknya diimbangi dengan pelayanan kesehatan dan jaminan sosial, seperti kursus keahlian atau ketrampilan, supaya mereka dapat mandiri setelah tidak bekerja lagi sebagai pramuniaga toko.
-
Kata Kunci : Pramuniaga toko,Proses mencari kerja,Kota Yogyakarta,DIY