Laporkan Masalah

Perubahan kualitas rumah di perumnas Krapyak kotamadya Semarang

Slamet Ferry Setiawan, Drs. Suwadi Mulyowiyono, M.S.

1992 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Perumahan Perumnas merupakan salah satu jawaban terha¬dap masalah perumahan yang terjadi di daerah perkotaan, ya¬itu masalah kurangnya jumlah rumah dibanding kebutuhan peru¬mahan dan masalah mutu rumah yang kurang memadai, dalam arti kurang memenuhi persyaratan t.eknis dan higiens. Perumahan Pe¬rumnas dibangun oleh Perum Perumnas untuk pengadaan perumah¬an golongan masyarakat berpendapatan rendan dan sedang. Oleh karena sasarannya adalah galongan masyarakat berpendapatan rendah dan, sedang, maka perumahan inl direncanakan sedemiki¬an rupa sehingga harganya relatif murah, berupa rumah-rumah sederhana dengan beberapa keterbatasan. Diharapkan apabila penghuni telah memiliki kemampuan, mereka dapat melakukan perubahan atau pengembangan rumah sesuai dengan kemampuannya. Mengingat perumahan Perumnas memiliki standar kualitas ter¬tentu, maka perubahan atau pengembangan rumah yang dilakukan oleh masing-masing penghuni akan menimbulkan perubahan pada standar kualitasnya. Berangkat dari pemikiran inilah peneli¬tian ini dilaksanakan, dengan mengambil lokasi di Perumnas Krapyak, kotamadya Semarang, dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana perubahan kualitas rumah sejak awal penempatan sampai saat penelitian beserta faktor-faktor yang mempenga¬ruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survai, dengan rumah tangga sebagai unit analisisnya. Dari sejumlah 732 kepala keluarga yang ada di Perumnas Krapyak, diambil se-banyak 110 kepala keluarga sebagai responden. Penentuan res¬ponden pada masing-masing tipe rumah dilakukan secara "Pro-portional Random Sampling". Data dan informasi yang terkum¬pul dianalisis menggunakan tabel frekuensi, tabel silang dan analisis statistik. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa selama Perumnas Krapyak ditempati, sebanyak 94,55 prosen rumah mengalami per-ubahan kualitas, di mana 85,46 prosen perubahannya bersifat positif atau mengalami peningkatan kualitas dan 9,09 prosen mengalami penurunan kualitas atau perubahannya bersifat ne-gatif, sedang 5,45 prosen yang lain tidak mengalami perubah¬an kualitas. Perubahan kualitas rumah ini dipengaruhi cleh tingkat pendidikan kepala keluarga dan pendapatan keluarga. Semakin tinggi tingkat pendidikan, kepala keluarga dan penda¬patan keluarga, semakin besa r perubahan kual ita s rumah yang bersifat positif. Sedangkan jum3ah anggota keluarga, lokasi rumah, tipe rumah, dan status penghuni bukan merupakan fak¬tor yang berpengaruh terhadap perubahan kualitas rumah. Ti¬dak ada perbedaan perubahan kualitas rumah antara rumah ke¬luarga b.esar dengan keluarga kecil, rumah tipe besar dengan tipe kecil, rumah yang berlokasi di tepi jalan dengan yang berlokasi di dalam blok, dan rumah kelompok prioritas dengan kelompok non prioritas.

-

Kata Kunci : Kualitas rumah,Kualitas Permukiman,Semarang,Jawa Tengah

  1. S1-1992-2995-Slamet_Ferry_Setiawan-abstract.PDF  
  2. S1-1992-2995-Slamet_Ferry_Setiawan-bibliography.PDF  
  3. S1-1992-2995-Slamet_Ferry_Setiawan-tableofcontent.PDF  
  4. S1-1992-2995-Slamet_Ferry_Setiawan-title.PDF