Laporkan Masalah

Analisis Faktor Adopsi Agile Pada Pengembangan Perangkat Lunak Oleh Institusi Finansial Di Indonesia

Billy Richardo Sagala, Henry Yuliando, MM., M.Agr., Ph.D.

2024 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA

Industri finansial adalah sebuah sektor yang dinamis dan kompetitif. Transformasi digital telah menjadi katalis yang mengubah wajah institusi finansial di Indonesia. Agile merupakan salah satu way of working yang diadopsi oleh beberapa institusi finansial di Indonesia yang mengharapkan kemajuan dan keberlanjutan di sektor finansial. Sayangnya, masih terdapat kesenjangan penelitian mengenai adopsi agile di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi motivasi dan tantangan, serta mengidentifikasi pengaruh faktor-faktor adopsi agile pada pengembangan perangkat lunak oleh institusi finansial di Indonesia. Tanpa pemahaman yang tepat tentang faktor-faktor adopsi agile, intitusi finansial dapat merumuskan strategi pengembangan produk yang tidak efektif, serta menyebabkan kerugian finansial yang disebabkan oleh risiko investasi pada penerapan metodologi yang tidak sesuai.

Desain penelitian bersifat eksploratif dengan pendekatan pengambilan data melalui wawancara semi-terstruktur. Panduan wawancara diadaptasi dari penelitian yang dilakukan Altuwaijri & Ferrario (2022). Wawancara dilakukan kepada dua puluh tiga praktisi agile yang bekerja pada  lima belas institusi finansial di Indonesia. Analisis kualitatif dilakukan dengan metode template analysis.

Motivasi dari institusi finansial untuk mengadopsi agile adalah pencapaian tujuan bisnis serta peningkatan pengembangan perangkat lunak. Tantangan adopsi agile terdiri atas tantangan dalam proses adaptasi dan tantangan faktor manusia. Lima subfaktor yang menjadi fokus pembahasan dalam penelitian ini adalah: dukungan manajemen, budaya organisasi, keterlibatan pelanggan, kapabilitas tim, serta pembelajaran dan pelatihan.


The financial industry is a dynamic and competitive sector. Digital transformation has been the catalyst that has changed the face of financial institutions in Indonesia. Agile is one of the ways of working adopted by several financial institutions in Indonesia that expect progress and sustainability in the financial sector. Unfortunately, there is still a research gap regarding agile adoption in Indonesia. This study aims to identify the motivations and challenges, as well as identify the influence of agile adoption factors on software development by financial institutions in Indonesia. Without a proper understanding of agile adoption factors, financial institutions may formulate ineffective product development strategies, as well as cause financial losses caused by investment risks in the application of inappropriate methodologies,

The research design is exploratory with a data collection approach through semi-structured interviews. The interview guide was adapted from research conducted by Altuwaijri & Ferrario (2022). Twenty-three agile practitioners working in fifteen financial institutions in Indonesia were interviewed. Qualitative analysis was conducted using the template analysis method.

The motivation for financial institutions to adopt agile is the achievement of business goals as well as to improve software development process. The challenges of agile adoption consist of challenges in the adaptation process and human factors challenges. The five subfactors that are the focus of discussion in this study are: management support, organizational culture, customer involvement, team capability, and learning and training.


Kata Kunci : Institusi Finansial, Pengembangan Perangkat Lunak, Agile, Way of Working, Analisis Template

  1. S2-2024-500015-abstract.pdf  
  2. S2-2024-500015-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-500015-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-500015-title.pdf