Studi perubahan bentuk penggunaan lahan kotamadya daerah Tingkat II Blitar Jawa Timur : Suatu analisis melalui peta
Sukarjo, Drs. Mas Sukoco, M.Sc.; Drs. Sukwardjono
1992 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHPenelitian ini dilakukan di Kotamadia Daerah Tingkat Blitar yang merupakan pusat pemerintahan Kotamadia maupun Kabupaten Daerah Tingkat II Blitar. Penelitian ini bertujuan: (1) Mengkaji berbagai macam bentuk perubahan bentuk penggunaan lahan serta agihan keruangannya ditinjau dari keadaan tahun 1983 dan tahun 1990, (2) Mengkaji hubungan keruangan antara perubahan bentuk penggunaan lahan dengan faktor ketersediaan fasilitas prasarana kota, status hak atas tanah, harga tanah, dan pertambahan penduduk non petani melalui analisis peta dengan teknik tumpang susun. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Gambaran perubahan bentuk penggunaan lahan diperoleh melalui tumpang susun peta bentuk penggunaan lahan tahun 1983 dan peta bentuk penggunaan lahan tahun 1990. Untuk melengkapi data pada peta tahun 1990 dilakukan checking/pengukuran lapangan. Data luas perubahan hasil pengukuran lapangan dihitung dengan metode "transformasi" dan luas daerah yang telah memperoleh fasilitas prasarana kota dihitung dengan metode "grid squares" (jaring-jaring bujur sangkar). Untuk mencapai tujuan penelitian digunakan peta secara kualitatif dan secara kuantitatif. peta secara kualitatif dilakukan untuk mengetahui keruangan antara faktor ketersediaan fasilitas prasarana kota, status hak atas tanah, harga tanah, dan pertambahan penduduk non petani dengan perubahan bentuk penggunaan lahan. Analisis peta secara kuantitatif dilakukan dengan metode Court's, untuk mengkaji seberapa jauh hubungan antara perubahan bentuk penggunaan lahan dengan pertambahan penduduk non petani, dan kelas fasilitas prasarana kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pada Peta Perubahan Bentuk Penggunaan Lahan (peta No. 15) nampak bahwa antara tahun 1983 dan 1990 di daerah penelitian telah terjadi pengurangan lahan pertanian seluas 76,842 ha. Pengurangan tersebut telah beralih penggunaannya menjadi lahan permukiman seluas 38,247 ha, lahan perdagangan 2,422 ha, lahan industri 3,045 ha, lahan jasa 26,790 ha, lahan rekreasi 5,946 ha, dan lahan transportasi seluas 0,392 ha. Perubahan terbesar ke arah timur yaitu di Kelurahan Gedog, dan terkecil di Kelurahan Kepanjenkidul; (2) Melalui anali- sis peta secara kualitatif dan kuantitatif dengan uji statistik terbukti bahwa semakin besar pertambahan penduduk non petani semakin luas pertambahan lahan permukiman. Untuk ketersediaan fasilitas prasarana kota hubungannya relatif kecil, hanya fasilitas jaringan jalan dan fasilitas ja- ringan listrik yang mempunyai hubungan keruangan cukup erat terhadap perubahan bentuk penggunaan lahan.
-
Kata Kunci : Blitar, Jawa Timur,Perubahan Penggunaan lahan