Pandangan progresivisme terhadap fungsi pendidikan musik di Sekolah Umum
SILAEN, Hasiholan Tumbur, Drs. Triyono Bramantyo, M.Mus.Ed.,Ph.D
2004 | Tesis | S2 Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni RupaPenelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan pandangan progresivisme terhadap fungsi pendidikan seni musik di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama menurut kurikulum 1994. Metode atau cara untuk perolehan hasil penelitian, digunakan beberapa teknik analisis yang relevan terhadap semua data yang ada. Adapun teknik analisis yang digunakan untuk menghasilkan berbagai konsep dan pengertian tentang fungsi pendidikan seni musik di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama menurut kurikulum 1994, adalah tenik analisis konsep dan teknik analisis bahasa. Pendidikan seni musik sebagaimana bidang pendidikan seni lainnya seperti pendidikan seni tari, drama, dan seni rupa, menjadi salah satu alat atau sarana untuk membantu pendidikan umum dalam rangka pembentukan dan pembinaan kecerdasan dan mentalitas atau kepribadian siswa di sekolah umum. Cara bagaimana semua tugas dan fungsi pendidikan seni musik membantu pendidikan umum untuk pencapaian tujuan pendidikan adalah sebagai berikut ini. Pertama, didasarkan pada hasil analisis data, diketahui bahwa tujuan pendidikan seni musik di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama, yaitu: pengembangan kepekaan citarasa keindahan siswa; pengembangan kemampuan kreativitas siswa; dan pengembangan sikap siswa. Kedua, materi pendukung tujuan yang disiapkan adalah pengetahuan dasar teori musik; keterampilan bernyanyi, baik solo maupun dalam paduan suara; keterampilan bermain ansambel musik; kemampuan dasar dalam bidang kreativitas; dan kemampuan dasar manajemen pergelaran musik. Ketiga, alokasi waktu yang disiapkan untuk mata pelajaran kerajinan tangan dan kesenian adalah dua jam pelajaran setiap minggu. Itu berati alokasi waktu untuk pendidikan seni musik adalah kurang dari satu jam pelajaran setiap minggu. Ditinjau dari sudut pandang progresivisme, fungsi pendidikan seni musik ini dapat dijelaskan sebagai berikut. Pertama, bahwa penetapan berbagai tujuan telah sesuai dengan pandangan progresivisme. Kedua, materi pembelajaran yang digunakan sebagai pendukung pencapaian tujuan dapat dikembangkan dengan baik.
This study is a qualitative research intended to describe progresivism view on function of music art education in secondary schools according to curriculum 1994. Method or procedure to obtain results of study used some analysis techniques to produce various concepts and understandings on function of music art education in secondary schools according to currculum 1994, namely language analysis concept and technique. The music art education as other art education lessons, such as, dance, drama, and painting arts, becomes one tool or instrument to help public education in order to form and construct inteligence and mentality or personality of students in public schools. Procedures as all tasks and function art education help public education to achieve a goal of education are as follows. First, based on data analysis, it is found that the goals of music art education in secondary schools are to develop sensitivity of student beauty idea; to develop ability of student creativity; and to develop attitude of students. Second, the prepared materials of goal support is basic knowledge of music theory; skill of singing, both solo and choir; skill of music assemble playing; basic of music show management. Third, the prepared time allocation for handy craft and art lesson is 2 hour lesson in a week. In case of progresivism view, the function of music art education can be described as follows. First, that specification of various goals has been consistent with progresivism view. Second, learning materials used as support of goal achievement can be developed well. Key-words: Progresivism view, curriculum, function of music art education.
Kata Kunci : Seni Musik,Fungsi Pendidikan,Progresivisme