PENGEMBANGAN MODUL STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) UNTUK MENDUKUNG PENILAIAN KINERJA PROGRAM PENYAKIT TIDAK MENULAR
Ani Hidayati, dr. M. Lutfan Lazuardi, M.Kes., Ph.D.
2024 | Tesis | MAGISTER KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN KESEHATAN
Latar
belakang: Capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) menjadi salah satu penilaian
kinerja bidang kesehatan yang dipantau oleh berbagai pemangku kebijakan. Amanah
perundangan bahwa pengumpulan data SPM diintegrasikan dalam Sistem Informasi
Kesehatan Daerah .
Tujuan: Penelitian
ini bertujuan melakukan pengembangan modul SPM untuk mendukung
kinerja Program Penyakit Tidak Menular.
Metode: Penelitian
ini menggunakan metode penelitian kualitatif
dengan pendekatan action research dengan
tahapan diagnosing, planning,
action dan evaluation.
Hasil :
Hasil dari penelitian ini, pada tahap diagnosing Modul SPM mengakomodir
kebutuhan pengguna dengan membuat fitur Dashboard SPM, Impor Sasaran
SPM, Monitoring Kunjungan Pasien dan Monitoring
Lost Visit. Pada tahap planning
Modul SPM menghasilkan bisnis proses yang lebih sederhana. Pada tahap action Modul SPM bisa digunakan oleh dinas kesehatan dan
fasilitas kesehatan. Fitur-fiturnya dapat memudahkan monitoring dan
evaluasi pasien serta menampilkan capaian SPM hipertensi dan diabetes melitus. Pada
tahap evaluation
menurut perspektif responden Modul SPM dapat diterima oleh pengguna.
Kesimpulan : Modul Standar Pelayanan Minimal (SPM) dikembangkan untuk memberikan kemudahan bagi pengguna dalam monitoring dan evaluasi pelayanan kesehatan orang dengan hipertensi dan diabetes mellitus.
Background: Achievement of Minimum Service Standards (MSS)
is one of the health sektor performance assessments monitored by various
stakeholders. It is mandated by law that SPM data collection be integrated into
the Regional Health Information Sistem.
Objective: This study aimed to develop an MSS module
to support the performance of the Non-Communicable Disease Program.
Methods: This study used qualitative research methods
with an action research approach with the stages of diagnosing, planning,
action and evaluation.
Results: The results of this study, at the diagnosing
stage, the MSS Module accommodates user needs by creating MSS Dashboard
features, Importing MSS Goals, Monitoring Patient Visits and Monitoring Lost
Visits. At the planning stage, the MSS Module produces a simpler business
process. In the action stage, the MSS Module can be used by health offices and
health facilities. Its features can facilitate patient monitoring and
evaluation and display MSS achievements for hypertension and diabetes mellitus.
At the evaluation stage, according to the respondents' perspective, the MSS
Module can be accepted by users..
Conclusion: The Minimum Service Standards (MSS) module was developed to facilitate the monitoring and evaluation of health services for people with hypertension and diabetes mellitus.
Kata Kunci : Pengembangan Modul, SPM, Penilaian Kinerja, Penyakit Tidak Menular