Laporkan Masalah

ELEMEN PENENTU SETTING SEKTOR INFORMAL PADA RUANG LUAR PASAR GODEAN

YUDO ALIF RAHMA, Syam Rachma Marcillia, S.T., M.Eng., Ph.D.

2024 | Tesis | S2 Teknik Arsitektur

Dengan cepat tumbuh kembangnya suatu kawasan untuk aktivitas pedagang kaki lima maka seiring berjalannya waktu mengalami ketidak sesuaian. Berdasarkan amatan di lokasi penelitian terlihat banyak pelaku dari masyarakat sekitar atau luar mengisi ruang-ruang terbuka atau ruang luar sebagai kegiatan usaha dan berbagai macam jualan di sepanjang sisi Barat dan Selatan ruang luar pasar Godean. Kondisi ini dapat dikatakan tidak terencana sesuai keterangan denah atau sebagai ketentuan fungsi yang mana tidak terencana dalam desain awalnya seperti yang tertera pada gambar DED. Selanjutnya kegiatan sektor informal seperti aktivitas PKL yang menempati ruang publik terbuka yang esensial seperti pada pematang jalan atau jalur pejalan kaki, ruang parkir hingga di atas drainase yang mengakibatkan lokasi itu tidak dapat dimanfaatkan dengan baik sesuai dengan peruntukan fungsi utama. Berangkat dari permasalahan diatas, penelitian ini perlu dilakukan untuk mengetahui bagaimana elemen penentu setting serta pemanfaatan pada setting fisik sektor informal. Metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Kualitatif dengan fakta yang terjadi ketika observasi pengambilan data, dapat direkam dengan penggambaran melalui behavior mapping. Setelah itu dideskripsikan melalui bentuk pemetaan gambar sketsa untuk mengetahui elemen setting yang tujuannya adalah untuk memperoleh identifikasi bagaimana aktor yang terlibat dalam lokasi penelitian baik pelanggan atau sektor informal itu sendiri dalam memanfaatkan, menggunakan perilakunya melalui kategorisasi dan titik area tertentu untuk menemukan suatu kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukan elemen penentu setting sektor informal dapat berbeda-beda, hal ini terkait kondisi elemen fisik setting dengan lokasi yang dipengaruhi oleh komponen fix, semi fix dan non fix. Elemen setting fisik dipengaruhi pula pada perbedaan aktivitas melalui kategorisasi waktu weekday dan weekend yang menunjukan adanya aktivitas membentuk karakteristik setting karena dominasi waktu kunjungan. Pemanfaatan juga dipengaruhi dari jenis tipe makanan dan minuman, selanjutnya pemanfaatan setting fisik dipengaruhi sisi pola sebaran dengan pedagang area ini memiliki tipe mengelompok dan Individu (tidak mengelompok). Pada pola penyebaran seperti ini biasanya banyak dipengaruhi oleh adanya pertimbangan aglomerasi ataupun kelompok yang dapat mempengaruhi.

Dengan cepat tumbuh kembangnya suatu kawasan untuk aktivitas pedagang kaki lima maka seiring berjalannya waktu mengalami ketidak sesuaian. Berdasarkan amatan di lokasi penelitian terlihat banyak pelaku dari masyarakat sekitar atau luar mengisi ruang-ruang terbuka atau ruang luar sebagai kegiatan usaha dan berbagai macam jualan di sepanjang sisi Barat dan Selatan ruang luar pasar Godean. Kondisi ini dapat dikatakan tidak terencana sesuai keterangan denah atau sebagai ketentuan fungsi yang mana tidak terencana dalam desain awalnya seperti yang tertera pada gambar DED. Selanjutnya kegiatan sektor informal seperti aktivitas PKL yang menempati ruang publik terbuka yang esensial seperti pada pematang jalan atau jalur pejalan kaki, ruang parkir hingga di atas drainase yang mengakibatkan lokasi itu tidak dapat dimanfaatkan dengan baik sesuai dengan peruntukan fungsi utama. Berangkat dari permasalahan diatas, penelitian ini perlu dilakukan untuk mengetahui bagaimana elemen penentu setting serta pemanfaatan pada setting fisik sektor informal. Metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Kualitatif dengan fakta yang terjadi ketika observasi pengambilan data, dapat direkam dengan penggambaran melalui behavior mapping. Setelah itu dideskripsikan melalui bentuk pemetaan gambar sketsa untuk mengetahui elemen setting yang tujuannya adalah untuk memperoleh identifikasi bagaimana aktor yang terlibat dalam lokasi penelitian baik pelanggan atau sektor informal itu sendiri dalam memanfaatkan, menggunakan perilakunya melalui kategorisasi dan titik area tertentu untuk menemukan suatu kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukan elemen penentu setting sektor informal dapat berbeda-beda, hal ini terkait kondisi elemen fisik setting dengan lokasi yang dipengaruhi oleh komponen fix, semi fix dan non fix. Elemen setting fisik dipengaruhi pula pada perbedaan aktivitas melalui kategorisasi waktu weekday dan weekend yang menunjukan adanya aktivitas membentuk karakteristik setting karena dominasi waktu kunjungan. Pemanfaatan juga dipengaruhi dari jenis tipe makanan dan minuman, selanjutnya pemanfaatan setting fisik dipengaruhi sisi pola sebaran dengan pedagang area ini memiliki tipe mengelompok dan Individu (tidak mengelompok). Pada pola penyebaran seperti ini biasanya banyak dipengaruhi oleh adanya pertimbangan aglomerasi ataupun kelompok yang dapat mempengaruhi.

Kata Kunci : Sektor Informal, Setting, Elemen

  1. S2-2024-467222-abstract.pdf  
  2. S2-2024-467222-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-467222-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-467222-title.pdf