Rencana Bisnis Pengolahan Minyak “Hari Loka” Sebagai Upaya Peningkatan Nilai Tambah Kelapa di Provinsi Lampung
Desnoviasari Ramadani, Dr. Hargo Utomo, MBA., M.Com
2023 | Tesis | S2 Manajemen
Indonesia, sebagai produsen kelapa terbesar di dunia, menghadapi masalah terkait nilai tambah komoditas kelapa yang rendah. Provinsi Lampung juga mengalami tantangan serupa. Meskipun perkebunan kelapa di Provinsi Lampung menghasilkan 92.664 ton kelapa dari luasan perkebunan seluas 98.548 hektar, manfaatnya bagi 218.616 petani yang terlibat masih belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan nilai tambah kelapa melalui perencanaan bisnis pengolahan minyak kelapa untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi yang lebih tinggi dan pemanfaatan seluruh komponen kelapa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi potensi peningkatan nilai tambah kelapa di Provinsi Lampung, menyusun rencana bisnis pengolahan minyak kelapa, serta mengevaluasi kelayakan rencana bisnis tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara, kemudian dianalisis dengan menggunakan metode analisis interaktif nonlinear. Rencana bisnis kemudian dinilai dari segi kelayakan finansial dan non-finansial. Hasil analisis menunjukkan bahwa rencana bisnis pengolahan minyak dengan nama "Hari Loka" di Provinsi Lampung layak dijalankan, dari segi finansial maupun non-finansial.
Indonesia, as the world's largest coconut producer, faces challenges related to the low added value of coconut products. Lampung Province also encounters similar issues. Although coconut plantations in Lampung yield 92,664 tons of coconuts from a total plantation area of 98,548 hectares, the benefits for the 218,616 involved farmers remain suboptimal. Therefore, efforts are required to increase the added value of coconuts through a business plan for coconut oil processing to produce higher-value economic products while utilizing the entire coconut. The objective of this study is to identify the potential for increasing the added value of coconuts in Lampung Province, develop a business plan for coconut oil processing, and evaluate the feasibility of the business plan. Data was collected through observation and interviews, analyzed using an interactive nonlinear analysis method. The business plan was assessed for both financial and non-financial feasibility. The analysis results indicate that the proposed coconut oil processing business, named "Hari Loka," in Lampung Province is financially and non-financially feasible.
Kata Kunci : Nilai Tambah, Perkebunan Kelapa, Industri Pengolahan Minyak