STRATEGI TRANSFORMASI PENGELOLAAN PORTFOLIO ASURANSI KREDIT STUDI KASUS : PT. REASURANSI XYZ
Fahrizal Eka Satriawan, Nofie Iman Vidya Kemal, S.E., M.Sc., Ph.D.
2024 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA
Buruknya performa pada lini bisnis asuransi kredit pada portfolio PT. Reasuransi XYZ yang ditunjukkan dengan parameter loss ratio dan RBC menuntut transformasi terkait tata kelolanya. Tuntutan akan adanya transformasi juga lahir dari kondisi bahwa lini bisnis asuransi kredit merupakan lini bisnis terbesar ke -3 dan sangat berpengaruh terhadap performa total dari perusahaan. Penelitian terkait transformasi pengelolaan portfolio bisnis asuransi kredit menggunakan data primer melalui proses wawancara untuk untuk mengetahui industry attractiveness, pengaruh lingkungan eksternal dan hambatan terbesar dalam inisiasi transformasi yang akan dilakukan. Sedangkan data sekunder yang didapatkan dari laporan produksi dan keuangan digunakan untuk mengevaluasi existing strategy yang diterapkan oleh PT. Reasuransi XYZ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lini bisnis asuransi kredit masih tergolong attractive dari sisi kondisi persaingan, kekuatan konsumen, potensi masuknya pendatang baru dan adanya produk yang akan mensubtitusi. Namun lini bisnis asuransi kredit dinilai sangat volatile terhadap lingkungan eksternal seperti kondisi politik, ekonomi dan regulasi. Dalam hasil penelitian juga didapatkan kesimpulan terdapat beberapa hambatan yang akan timbul dalam proses transformasi ini seperti budaya bisnis yang sudah melekat dan potensi tekanan dari aspek finansial karena persyaratan perombakan sistem informasi yang lebih fair bagi para stakeholder didalamnya. Propose model yang ada di Jepang untuk lini bisnis yang sama lebih menekankan pada proses bisnis yang lebih fair baik bagi debitur, kreditur dan asuransi yang berperan sebagai perusahaan penjamin kredit.
Declining of underwriting performance on credit insurance business in PT. Reasuransi XYZ’s portfolio which represent by its loss ratio and solvency ratio reveal necessity of transformation in governance aspect. Necessity of transformation also arise from other fact that credit insurance was top 3 largest gross premium in insurance industry and really affected performance of total portfolio’s from PT. Reasuransi XYZ. This research gather primary data from interviewing top level of industry representatives to know business attractiveness, external factors and biggest barrier which potentially could arise. In the other hand this research also gather secondary data from production and financial closing to evaluate existing strategy. The result shows that credit insurance business still becoming an attractive line of business from rivalry condition, buyers power, threat of new entrants and substitution products. But, this line of business also very volatile from external’s factor point of view, because its dependency with political, economical and regulation scheme. The research also shows that there are 2 majors aspect that could be biggest barrier within transformation process, it is business’s culture and financial burdent. Financial burdent become one of the biggest barrier due to newest regulation publish by OJK which obliged all the industry players should have rigid information system to give fairness to all of stakeholders. Japan’s credit guarantee scheme represent neat business process which also give more fairness to all of the stakeholders including financial institution, credit applicant and insurance.
Kata Kunci : loss ratio, RBC, tata kelola, attractive, volatile, budaya bisnis, aspek finansial, fair, stakeholder, propose model, sistem informasi