Laporkan Masalah

Efektivitas Pusat Layanan Usaha Terpadu Bagi Pemberdayaan UMKM di Kabupaten Sleman

Alfina Yunitasari, Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si.

2024 | Tesis | S2 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program pemberdayaan UMKM yang dilakukan oleh PLUT Sleman. PLUT Sleman merupakan lembaga inkubator bisnis bentukan pemerintah daerah Kabupaten Sleman yang naungannya berada di bawah Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman. PLUT Sleman mempunyai tujuan memberikan layanan usaha untuk UMKM, meningkatkan daya saing UMKM, dan meningkatkan produktivitas UMKM. Perkembangan UMKM di Kabupaten Sleman selama satu dekade terakhir dapat dikatakan cukup massive dibarengi dengan pertumbuhan tersebut permasalahan yang dihadapi oleh UMKM semakin beragam.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif kemudian data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi, serta data sekunder berupa studi dokumentasi. Evaluasi proses pelaksanaan program pemberdayaan UMKM yang dilaksanakan oleh PLUT Sleman dinilai dari input program, aktivitas program, output program, dan outcomes program. Input program terdiri dari sumber daya manusia dan sumber daya anggaran. Aktivitas program yang dilaksanakan oleh PLUT Sleman adalah sosialisasi, pelatihan dan pendampingan UMKM, serta monitoring UMKM. Output program pemberdayaan berupa proses pemasaran produk UMKM yang berkolaborasi dengan PLUT Sleman dan bertambahnya omset dari mitra UMKM. Outcomes dari program pemberdayaan UMKM dibagi dalam tiga kategori yaitu jangka pendek berupa UMKM naik kelas, jangka menengah berupa UMKM mandiri, dan jangka panjang berupa UMKM sejahtera.

Hasil analisis evaluasi program pemberdayaan UMKM oleh PLUT Sleman dikaji dalam lima kriteria yaitu efektivitas, efisiensi, kecukupan, responsivitas, dan ketepatan. Evaluasi untuk efektivitas yaitu program pemberdayaan UMKM belum sepenuhnya mencapai tujuan yang telah dicanangkan oleh PLUT Slemaan. Analisis untuk efisiensi pada proses pelaksanaan program dinilai cukup efisien dengan mudahnya proses dan akses layanan yang dirasakan oleh beberapa pelaku UMKM. Analisis kecukupan terbukti dengan adanya peningkatan omset dari beberapa pelaku UMKM peserta program pemberdayaan yang mana dinilai cukup berhasil. Analisis responsivitas yaitu program pemberdayaan sudah sesuai dengan harapan dari pelaku UMKM mitra PLUT. Sedangkan analisis ketepatan program sudah tepat menyasar kepada UMKM di wilayah Kabupaten Sleman. Adapun faktor pendorong yang mempengaruhi program pemberdayaan yaitu motivasi UMKM, pengetahuan dan keterampilan UMKM, kebijakan borong bareng produk Sleman, dan dukungan forum komunikasi UMKM. Sementara itu, faktor penghambat yang mempengaruhi program pemberdayaan adalah adanya program tumpang tindih dengan dinas lain, dana APBD terbatas, sdm kurang memadai, dan kurang komunikasi dengan galeri display.

This research aims to evaluate the implementation of the MSMEs empowerment programme conducted by PLUT Sleman. PLUT Sleman is a business incubator institution formed by the Sleman Regency government under the Sleman Regency Cooperative and SME Office. PLUT Sleman has the aim of providing business services for MSMEs, increasing the competitiveness of MSMEs, and increasing the productivity of MSMEs. The progress of MSMEs in Sleman Regency over the past decade can be said to be quite massive with this growth, the problems faced by MSMEs are increasingly diverse.

The method used in this research is descriptive with a qualitative approach, then primary data is obtained through interviews, observations, and secondary data in the form of documentation studies. Evaluation of the process of implementing the MSMEs empowerment programme implemented by PLUT Sleman is assessed from programme inputs, programme activities, programme outputs, and programme outcomes. Programme inputs consist of human resources and budget resources. Programme activities carried out by PLUT Sleman are socialisation, training and mentoring of MSMEs, and monitoring of MSMEs. Output of the empowerment programme is in the form of the marketing process MSMEs products in collaboration with PLUT Sleman and increased income of MSMEs. Outcomes of the MSMEs empowerment programme are devided into three categories, initial outcome is scaling up of MSMEs, intermediate outcome is independent of MSMEs, and longer term outcome is wellbeing of MSMEs.

Result of evaluation analysis of MSMEs empowerment programme by PLUT Sleman are assessed in five criteria, there are effectiveness, efficiency, sufficiency, responsiveness, and accuracy. Evaluation of effectiveness is that MSMEs empowerment programme has not fully achieved the goals that were set by PLUT Sleman. Analysis for efficiency in the process of implementing the programme is considered quite efficient with easy process and easy access of services felt by several MSMEs actors. Sufficiency analysis is evidenced by increased income of several MSMEs that participated in the empowerment programme, which is considered quite successful. Responsiveness analysis of empowerment programmes has been in accordance with the expectations of PLUT's partner thah is MSMEs actors. Meanwhile, analysis of accuracy programmes has rightly targeted MSMEs in the Sleman Regency area. The driving factors that influence the empowerment programme are MSMEs motivation, MSMEs knowledge and skills, Sleman's policy "borong bareng", and the support of MSMEs communication forums. Meanwhile, the inhibiting factors that influence the empowerment programme are overlapping programmes whit other agencies, limited APBD funds, inadequate human resources, and lack communication with display galleries.

Kata Kunci : Efektivitas, UMKM

  1. S2-2024-449218-abstract.pdf  
  2. S2-2024-449218-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-449218-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-449218-title.pdf