Laporkan Masalah

Strategi Komunikasi Pemerintah Daerah Dalam Proses Relokasi Karamba Untuk Mendukung Keberhasilan Program Kotaku Di Kecamatan Nambo Kota Kendari

Nyai Rusmiah, Alia Bihrajihant Raya, S.P., M.P., Ph.D. ; Prof. (ret). Krishna Agung Santosa, Ph.D.

2024 | Tesis | S2 Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis strategi eksisting pelaksanaan relokasi karamba (2) strategi komunikasi prospektif pemerintah dalam proses relokasi untuk mendukung keberhasilan program Kotaku menciptakan 0 hektar permukiman kumuh. Analisis data menggunakan metode kualitatif deskriptif studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan: (a) kebutuhan yang dirasakan oleh pembudidaya (felt needs), dari aspek fisik yakni kebutuhan karakteristik lokasi baru, jaring, jumlah petakan dan ukuran karamba, jalan titian, desain bangunan dan mesin air, secara kualitas belum sesuai dengan kebutuhan tindakan dari pemerintah (action needs) namun secara kuantitas mayoritas terpenuhi, sedangkan untuk kebutuhan non fisik berupa pendampingan, pemerintah telah memfasilitasi pembudidaya untuk berdialog, memberikan informasi kajian kelayakan lokasi dan penangguhan waktu relokasi, namun belum memfasilitasi masyarakat untuk memperoleh informasi tentang kajian kelayakan bangunan, data produktivitas ikan di lokasi baru, pengawasan kepemilikan aset serta pendampingan teknis untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pembudidaya mulai dari cara budidaya ikan yang baik, mengatasi penyakit ikan, membuat pakan alternatif, fungsi kelompok, analisis kajian ekonomi budidaya dan akses ke lembaga permodalan. (b) Strategi komunikasi eksisting yang belum dilakukan pemerintah mencakup: melibatkan masyakat lokal dalam menganalisis isu utama, memetakan karakteristik masyarakat lokal serta mencegah risiko sosial dan ekonomi sedangkan strategi yang sudah dilakukan pasca demonstrasi yaitu memanfaatkan dialog sebagai peluang untuk mendapatkan dukungan, mengidentifikasi kebutuhan yang dirasakan oleh masyarakat, mencari solusi bersama masyarakat sebelum mengambil keputusan dan menggunakan media komunikasi tatap muka, meskipun masih kurang berhasil mensukseskan relokasi. Bentuk komunikasi eksisting yang digunakan adalah komunikasi kelompok dan interpersonal dengan pendekatan monologis dan dialogis yang dilakukan oleh aktor utama dari DKP Kota Kendari, namun tidak menggunakan media massa. Hambatan komunikasi monologis berupa inkonsistensi perencanaan, kurangnya konsultasi antar stakeholders, belum memetakan masyarakat lokal dan informasi yang terlambat serta demonstrasi sebagai tantangannya. Hambatan dan tantangan komunikasi dialogis berasal dari masyarakat yang tertekan secara psikologis dan sulitnya menyatukan perbedaan perspektif antara pemerintah dan masyarakat. (c) keterlibatan dalam pengambilan keputusan berbasis top down (keputusan pemerintah) dan partisipatif (melibatkan masyarakat) dalam bentuk menyumbangkan ide, menghadiri rapat dan menyetujui atau menolak program. Strategi prospektif yang perlu dikembangkan oleh pemerintah yakni CBA yang mencakup: analisis isu utama, memetakan stakeholders, menilai risiko, peluang, kebutuhan, solusi dan media yang sesuai serta menggunakan pendekatan Multitrack Communication yakni gabungan antara model komunikasi dialogis dan monologis sesuai dengan situasi.

This research is aimed to: (1) analyze the existing strategy of implementing karamba relocation (2) prospective communication strategy in relocation to support the success of Kotaku program creating anti-slum settlements 0 hectares. Data analysis used descriptive qualitative case study. The study shows: (a) the physical aspect-cultivators felt needs are needs for new location characteristics, nets, plots numbers, karamba size, footbridges, building designs and water machines, in terms of quality it is not yet fit the Government action needs but the quantity is majority fit, meanwhile the non-physical needs for assistance aspect is the Government has facilitated cultivators for discussion, on-site feasibility study information and relocation times postponement, however has not facilitated the information of building feasibility study, fish productivity data in new location, asset ownership monitoring and technical assistance to increase cultivators knowledge and skills about good fish farming methods, overcoming fish diseases, creating alternative feed, group functions, aquaculture economic study analysis, and access to capital institutions. (b) The unimplemented existing communication strategies by Government include involving communities in analyzing crucial issue, mapping their characteristics and preventing social-economic risks, while the implemented post-demonstration strategies are utilizing dialogue to gain support, identifying community felt needs, finding solutions with local community and using face-to-face communication media, although it is less successful to achieve the relocation. The existing communication used is group and interpersonal with monologic and dialogic approach carried out by the main actors from DKP Kendari, excluding the mass media. Monologic communication barriers include planning inconsistencies, lack of stakeholder’s consultation, the unmapped local communities, late information and demonstrations as challenges. Dialogical communication barriers are the psychologically stressed communities and difficulty of reconciling different perspectives between Government and communities. (c) involvement in top down-based decision making and participatory are contributing ideas, attending meetings, and approving or rejecting programs. The prospective strategy needed to be developed by the Government is CBA including: main issues analysis, stakeholders mapping, risks assessment, opportunities, needs, solutions, appropriate media and using multitrack communication approach.

Kata Kunci : Pengambilan Keputusan, Identifikasi Kebutuhan, Strategi Komunikasi Prospektif, Relokasi

  1. S2-2024-490642-abstract.pdf  
  2. S2-2024-490642-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-490642-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-490642-title.pdf