Laporkan Masalah

TRANSFORMASI NILAI-NILAI KEISLAMAN MUSLIMAH MUDA DALAM MEMAKNAI PELEPASAN JILBAB

NAYSILLA ROSE FAJRIYA TAUFIQ, Nurul Aini, S.Sos., M.Phil.; Fina Itriyati, M.A., Ph.D.; Desintha Dwi Asriani, M.A., Ph.D

2024 | Skripsi | Sosiologi

Perempuan dalam masyarakat kerapkali lekat dengan stigmatisasi. Pelekatan stigma pada perempuan tersebut mulai dari perannya sebagai individu hingga perannya sebagai anggota masyarakat. Hari ini, Islam cukup masif tersebar di Indonesia. Hal itu membawa efek pada penggunaan jilbab oleh perempuan Muslim. Perempuan Muslim di Indonesia sekarang ini hampir seluruhnya menggunakan jilbab dan mereka yang tidak menggunakan jilbab justru hanya sedikit. Mereka yang tidak berjilbab ini terdiri atas mereka yang sejak awal tidak memakai atau pernah memakai kemudian melepasnya. Perempuan yang tidak menggunakan atau melepas jilbab ini akhirnya juga tidak lepas oleh stigmatisasi. Mereka kerap menyandang stigma itu sebagai perempuan yang kurang shalihah, tidak taat, dan lain sebagainya. Padahal, mereka telah melalui berbagai macam konflik batin untuk memutuskan melepas jilbab. Penelitian ini menggunakan pendekatan naratif dengan menekankan pada wawancara semi terstruktur secara mendalam untuk dapat memotret fenomena pelepasan jilbab ini. Hasilnya, mereka yang melepas jilbab memiliki beragam motivasi dan alasan serta mendapat respon yang beraneka macam dari sosial. Mereka kemudian menegosiasikan hal tersebut dan memaknainya sebagai identitas baru atas diri mereka. Satu hal yang pasti dari fenomena pelepasan jilbab ini, perempuan-perempuan ini, mendefinisikan ulang nilai Islam yang terkandung dalam jilbab. Jilbab menjadi sebuah hal yang detach atau terlepas dari nilai keislaman dan hanya sebagai bagian dari fashion. Meskipun demikian, Perempuan Muslim muda ini justru membentuk ‘wajah’ lain Muslimah ala mereka yang tetap taat, tidak memengaruhi ibadah ritual salatnya, dan justru memegang nilai jilbab secara lebih terhormat, bukan jilbab yang hanya sebatas pakaian.

Women in society are often stigmatized. The stigmatization to women ranges from their role as individuals to their role as members of society. Today, Islam is massively spread in Indonesia. This influences the use of the jilbab by Muslim women. Muslim women in Indonesia today almost entirely wear the jilbab and those who do not wear the jilbab are only a few. Those who do not wear the jilbab consist of those who have not worn it since the beginning or have worn it and then removed it. Women who do not wear or remove the headscarf are not free from stigmatization. They are often stigmatized as women who are less pious, disobedient, and so forth. In fact, they have gone through various inner conflicts to decide to remove the hijab. This research uses a narrative approach by emphasizing in-depth semi-structured interviews to be able to portray the phenomenon of removing the headscarf. As a result, those who remove the headscarf have a variety of motivations and reasons and get a variety of social responses. They then negotiate it and interpret it as a new identity for themselves. One thing that is certain from this phenomenon of removing the headscarf is that these women are redefining the Islamic values contained in the headscarf. Jilbab has become detached from Islamic values and is only a part of fashion. Nevertheless, these young Muslim women form another 'face' of Muslimah in their style that remains obedient, does not affect their prayer rituals, and instead holds the value of the hijab in a more respectable manner, not a hijab that is only limited to clothing.

Kata Kunci : Pemuda, Jilbab, Sekolah Menengah Atas, Nilai Islam

  1. S1-2024-459901-abstract.pdf  
  2. S1-2024-459901-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-459901-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-459901-title.pdf