Merajut Asa di Balik Ilegalitas: Strategi Pedagang Thrifting dalam Mempertahankan Usahanya (Studi Kasus di Pasar Senen, Jakarta Pusat)
Fadhilah Ajri Itsnayude, Prof. Dr. Bambang Hudayana, M.A.
2024 | Skripsi | ANTROPOLOGI BUDAYA
Penegasan ulang tentang pelarangan kegiatan impor pakaian bekas dilakukan oleh pemerintah pada kuartal pertama pada 2023, secara langsung berdampak pada pedagang thrifting. Terdapat lebih dari delapan ratus pedagang thrifting di Pasar Senen yang keberadaannya terancam gulung tikar, jika tidak beralih ke jenis dagangan lain. Dalam studi ini, penelitian dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana strategi pedagang thrifting dalam menghadapi pelarangan untuk mempertahankan usahanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan melibatkan lima narasumber dan proses pengumpulan data berlangsung dari bulan Mei hingga bulan September 2023, menggunakan jenis pengumpulan data yakni observasi, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larangan impor pakaian bekas menyebabkan pedagang kehilangan pengepul atau distributor, mengakibatkan berbagai masalah seperti penahanan stok barang oleh pihak berwajib, kekurangan modal, pengurangan jumlah pembeli, dan dampak terhadap para pegawai di kios. Pedagang beradaptasi dengan menggunakan strategi ekonomi seperti mengurangi pembelian, memberikan potongan harga, mengikuti kegiatan bazar, menetapkan target penjualan, dan melakukan pengadaan barang secara tersembunyi. Di samping itu, mereka juga menerapkan strategi sosial dengan membangun hubungan dekat dengan pelanggan, menjalin kemitraan dengan penjahit lokal, dan memanfaatkan jaringan sosial di komunitas pedagang untuk bertukar informasi. Identitas etnis juga memainkan peran dalam memperkuat modal sosial, dengan kebersamaan dan solidaritas di antara pedagang etnis Minangkabau. Modal sosial dari jaringan komunitas menjadi kunci dalam mendukung pedagang dalam mengelola modal finansial serta menjalankan dan beradaptasi dengan bisnis mereka di Pasar Senen.
The reiteration of the government's ban on importing second-hand clothing in the first quarter of 2023 directly impacted thrift traders. With more than eight hundred thrift traders in Pasar Senen facing the threat of closure unless they transition to other types of merchandise. This study aimed to explore how thrift traders strategize to sustain their businesses amidst the ban. Employing a qualitative approach, the research involved five informants and data collection occurred from May to September 2023 through observation and in-depth interviews. Findings revealed that the ban caused traders to lose collectors or distributors, leading to issues like seizure of goods by authorities, capital shortages, decreased buyers, and impacts on kiosk employees. Traders adapted by using economic strategies such as reducing purchases, offering discounts, participating in bazaars, setting sales targets, and discreetly procuring merchandise. Additionally, they applied social strategies by establishing close relationships with customers, forging partnerships with local tailors, and leveraging social networks within the trader community for information exchange. Ethnic identity also played a role in strengthening social capital, fostering solidarity among Minangkabau ethnic traders. Social capital derived from community networks was pivotal in supporting traders to manage financial resources and navigate the business landscape in Pasar Senen.
Kata Kunci : Thrifting, Pasar Senen, Strategi Pedagang