Kajian Perilaku Kesehatan Reproduksi Remaja Laki-Laki dan Perempuan pada Siswa SMA di Daerah Istimewa Yogyakarta
NIKEN MEILANI, Prof. Dr. Ir. Sunarru Samsi Hariadi, M.S
2023 | Disertasi | S3 Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan
Remaja merupakan masa yang rentan terhadap masalah kesehatan reproduksi yaitu masalah seksualitas, HIV AIDS dan NAPZA. Perilaku sehat remaja diperlukan dalam upaya pencapaian target SDGs pada tahun 2030. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi perilaku kesehatan reproduksi remaja laki laki dan perempuan, menganalisis pengaruh faktor personal yang meliputi sikap, persepsi dan self efficacy, menganalisis pengaruh faktor lingkungan yaitu peran keluarga, sekolah, teman, komunitas dan media sosial terhadap perilaku kesehatan reproduksi pada remaja, serta menganalisis model promosi berbasis analisis jalur. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survey. Penelitian ini dilakukan pada 32 sekolah di DIY dengan jumlah responden 159 remaja laki-laki dan 167 remaja perempuan, total 326 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik multistage random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas reliabilitas. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan rerata skor perilaku kesehatan reproduksi remaja laki laki dan perempuan adalah sebesar 68 dan 75,1 yang bermakna sudah sering dilakukan. Persepsi remaja, sikap remaja serta efikasi diri sebagai faktor personal dan peran orang tua serta media sosial sebagai peran lingkungan terbukti berpengaruh positif terhadap perilaku kesehatan reproduksi. Peran orang tua berpengaruh terkuat dibandingkan variabel lain terhadap perilaku remaja perempuan. Peran media sosial berpengaruh langsung terhadap perilaku remaja laki-laki dan berpengaruh tidak langsung yaitu melalui proses efikasi diri pada remaja perempuan yang disebabkan karena faktor fisiologis, psikologis dan budaya. Kebaruan keilmuan penelitian ini mengkritisi teori medan dan efikasi diri. Kebaruan praktis adalah terbentuknya model promosi kesehatan untuk remaja laki-laki dan perempuan berserta upaya penguatannya. Perlunya upaya pengembangan metode dan media penyuluhan disesuaikan dengan kebutuhan remaja, orang tua, dan pemanfaatan media sosial dalam penyuluhan kesehatan.
Adolescents was a vulnerable period to reproductive health problems relate to sexuality problems, HIV AIDS and drugs user. Adolescents health behavior was needed in an effort to achieve the SDGs target by 2030. The goals of this study was to identify adolescent male and female reproductive health behaviors, analyze the influence of personal factors: attitudes, perceptions, and self-efficacy, and environmental factors: the role of family, school, friends, community and social media on reproductive health behavior, and analyze health promotion models based on path analysis. This research was quantitative research with survey methods. This study was conducted in 32 schools in DIY with 326 respondents, 159 male and 167 female adolescents. Sampling used a multistage random sampling technique. The research instrument used questionnaires and reliability validity tests. Data analysis by frequency distribution and path analysis.The results showed that average score of reproductive health behavior among males adolescents and females was 68 and 75,1 that means it has been done. Perceptions, attitudes, self-efficacy, role of parents, social media had positively influence reproductive health behaviors. The role of parents has the strongest effect among female adolescents. The role of social media directly affects among male adolescent and affects female through the self-efficacy caused by physiological, psychological, and cultural factors. The scientific novelty was crtitisize of Field and self-efficacy theory. The practical novelty was the establishment of a health promotion model for male and female adolescents. Health promotion’s methods and media had to develop based on the needs of adolescents and parents.
Kata Kunci : promosi kesehatan, orang tua, media sosial, efikasi, seksualitas