Laporkan Masalah

Strategi Sekolah dalam Merespon Perubahan Kurikulum Merdeka

Clara Lita Br Bukit, Puguh Prasetya Utomo, SIP, MPA, Ph.D.

2023 | Tesis | S2 Administrasi Publik

Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis strategi sekolah dalam merespon perubahan Kurikulum Merdeka ditengah adanya kompleksitas kelembagaan pendidikan, intensitas perubahan kurikulum yang kerap terjadi, dan kesiapan sekolah yang berbeda-beda. Analisis strategi sekolah dalam merespon Kurikulum Merdeka dilakukan dengan menggunakan lensa organizational institutionalism. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yaitu dengan membandingkan dua sekolah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (SMA Kolese De Britto dan SMAN 1 Yogyakarta). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terhadap narasumber kunci yaitu pihak internal sekolah, serta didukung dengan observasi dan studi literatur.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedua sekolah sebenarnya memilih strategi patuh terhadap tuntutan Kurikulum Merdeka karena sejalan dengan tatanan atau kebiasaan lama sekolah dan memandang kurikulum sebagai kebijakan nasional yang wajib dijalankan. Namun ditemukan tingkat dan sifat kepatuhan yang berbeda antara kedua sekolah, dimana SMA Kolese De Britto ditemukan memilih strategi kepatuhan rendah bersifat kondisional dengan melakukan manipulasi, kompromi, dan penghindaran, sedangkan SMAN 1 Yogyakarta memilih strategi kepatuhan sedang bersifat prosedural sesuai dengan substansi yang telah ditetapkan pemerintah. Perbedaan tingkat dan sifat strategi tersebut disebabkan oleh terjadinya ketidaksesuaian logika Kurikulum Merdeka dengan logika sekolah, serta dipengaruhi oleh atribut organisasi yang berbeda antara kedua sekolah.

This research is aimed at analyzing school strategies in responding the changes of Independent Curriculum in the middle of complexity of educational institutions, the intensity of frequent curriculum changes, and varying school readiness. Analysis of school strategies in responding to the Independent Curriculum was carried out using organizational institutionalism. This research used qualitative method with a case study approach, namely by comparing two schools in the Special Region of Yogyakarta Province (SMA Kolese De Britto and SMAN 1 Yogyakarta). Data collection was carried out through interviews with key sources, namely internal school parties, and supported by observation and literature study.

The results of this research show that the two schools chose the strategy of complying with the demands of the Independent Curriculum because it is in line with the school's old order or habits and seeing curriculum as a national policy that must be implemented. However, it was found that the level and nature of compliance was different between the two schools, where SMA Kolese De Britto chose a conditional low compliance strategy involving manipulation, compromise, and avoidance, while SMAN 1 Yogyakarta chose a medium procedural compliance strategy in accordance with the substance that had been determined by the government. The differences in the level of these strategies are caused by a mismatch between the logic of the Independent Curriculum and the logic of the school and influenced by different organizational attributes between the two schools.

Kata Kunci : Perubahan Kebijakan, Organizational Institutionalism, Kompleksitas Kelembagaan, Respon Sekolah, Strategi Sekolah, Kurikulum Merdeka

  1. S2-2023-489515-abstract.pdf  
  2. S2-2023-489515-bibliography.pdf  
  3. S2-2023-489515-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2023-489515-title.pdf