Pengaruh Kecerdasan Budaya Pemimpin Militer terhadap KInerja Operasi Militer Selain Perang (OMSP) di Komando Resor Militer 161 Nusa Tenggara Timur
IMANDA SETYAWAN, Dr. Pande Made Kutanegara, M.Si; Prof. Dr. Muhadjir Darwin, M.P.A; Prof. Dr. Agus Heruanto Hadna, M.Si
2023 | Disertasi | S3 STUDI KEBIJAKAN
Dalam rangka mengoptimalkan tugas-tugas pokok TNI, maka Panglima TNI
melakukan rotasi, mutasi, dan promosi di lingkungan TNI. Tentunya hal ini
menjadi tantangan bagi pemimpin khususnya bagi pemimpin yang ditempatkan di
wilayah dengan kekhasan tertentu dalam hal suku, adat dan budaya di luar bahasa
ibu. Misalnya di Nusa Tenggara Timur yang memiliki identitas kesukuan kental dengan
sejumlah kasus melibatkan peran pimpinan dalam penyelesaian masalah seperti
tapal batas tanah adat, eksodus mantan pejuang Timor Timur, serta penyelenggaran
program vaksinasi Covid-19. Kemampuan pemimpin dalam merespon situasi dan kondisi dalam konteks
lintas budaya merupakan suatu bentuk kecerdasan budaya pemimpin yang dipandang
mampu meningkatkan kinerja pekerjaan. Dengan demikian, melalui pendekatan mix method dengan analisis eksplanatoris sekuensial
yang diujikan terhadap pemimpin militer di Korem 161
NTT, tulisan ini bertujuan untuk mengetahui kecerdasan budaya pemimpin militer serta
menjelaskan urgensinya terhadap kinerja OMSP beserta antesedennya di wilayah operasi tersebut.
Kecerdasan budaya pemimpin yang diukur
menggunakan Skala
Kecerdasan Budaya (CQS) menunjukkan
bahwa kecerdasan budaya pemimpin di Korem 161 NTT didominasi pada tingkat
sedang dengan skor terendah pada CQ perilaku. Padahal di satu sisi,
semakin tingginya kecerdasan budaya yang dimiliki pemimpin militer maka akan
semakin tinggi pengaruhnya terhadap keberhasilan kinerja OMSP yang
bersinggungan langsung dengan masyarakat di samping juga meningkatkan penerima
masyarakat terhadap kehadiran TNI. Melalui penelitian ini, dapat diketahui
anteseden kecerdasan budaya dalam meningkatkan kinerja OMSP meliputi: 1) Cross-Culture
Adjustment (CCA) yang mengarah pada faktor individu; 2) organisasi di militer
itu sendiri; dan 3) sosial yang fokus pada kondisi sosial dan lingkunga sekitar.
In order to
optimize the main tasks of the TNI, the TNI Commander carries out rotations,
transfers and promotions within the TNI. Surely, this is a challenge for
leaders especially who are placed in areas with certain characteristics in
terms of ethnicity, customs and culture other than their mother tongue. For
example, in East Nusa Tenggara, which has a strong tribal identity, there are a
number of cases involving the role of leaders in resolving problems such as
demarcation of customary land, the exodus of former East Timorese fighters, and
the implementation of the Covid-19 vaccination program. A leader's ability to
respond to situations and conditions in a cross-cultural context is a form of
leader's cultural intelligence which is seen as capable of improving work
performance. Thus, through a mix method approach with sequential explanatory
analysis tested on military leaders in Korem 161 NTT, this paper aims to
determine the cultural intelligence of military leaders and explain the urgency
of OMSP performance and its antecedents in the operational area.
The
cultural intelligence of leaders as measured using the Cultural Intelligence
Scale (CQS) shows that the cultural intelligence of leaders in Korem 161 NTT is
predominantly at a medium level with the lowest score on behavioral CQ. In fact,
based on statistical test, the higher the cultural intelligence possessed by
military leaders, the greater the influence on the successful performance of
OMSP which has direct contact with society, as well as increasing society's
acceptance of the presence of the TNI. Through this research, it can be seen
that the antecedents of cultural intelligence in improving OMSP performance
include: 1) Cross-Culture Adjustment (CCA) which leads to individual factors;
2) organization in the military itself; and 3) social which focuses on social
conditions and the surrounding environment.
Kata Kunci : CQS, kecerdasan budaya, kinerja OMSP, pemimpin militer