Negosiasi Perempuan yang Memutuskan Tidak Memiliki Anak (Studi Kasus Pada Perempuan Menikah)
Inggit Kunti Prabawati, Milda Longgeita Pinem, S.Sos, M.A., Ph.D
2023 | Tesis | S2 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN
Diskursus terkait keadilan gender menjadi topik yang selalu menarik untuk dibahas. Tesis ini berbicara mengenai bentuk negosiasi yang dilakukan oleh perempuan menikah yang memutuskan tidak memiliki anak (childfree). Perempuan seringkali terjebak dalam konstruksi sosial terutama yang menyangkut kehidupan pernikahan dan keluarga, dimana perempuan erat kaitanya dengan tugas-tugas domestik seperti mengurus keluarga, melahirkan dan merawat anak. Maka perempuan yang memutuskan untuk tidak memiliki anak atau disebut juga dengan istilah childfree seringkali mendapat stigmatisasi negatif dari lingkungan sosialnya. Maka dari itu penting bagi perempuan untuk melakukan proses negosiasi yang bertujuan untuk membebaskan perempuan dari konstruksi sosial yang telah ada, yaitu terkait motherhood dan seksualitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk negosiasi perempuan yang memutuskan tidak memiliki anak. Untuk menjawabnya, kerangka teoritis negosiasi terkait tubuh perempuan oleh Iris Marion Young dan teori Women Power oleh Jo Rowland akan digunakan dalam prinsip dasar analisis. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kualitatif dengan pendekatan Studi Kasus. Jumlah informan dalam penelitian ini berjumlah dua belas orang dengan dua kategori yang berbeda dimana empat diantaranya merupakan informan utama yaitu perempuan yang memilih tidak memiliki anak dan delapan lainnya adalah informan pendukung yaitu dari pihak pasangan maupun keluarga. Observasi, wawancara dan dokumentasi menjadi metode yang digunakan dalam proses pengumpulan data. Untuk melakukan analisis data, penelitian ini menggunakan analisis data tematik dan penentuan kualitas datanya menggunakan triangulasi data. Untuk menjaga kerahasiaan data diri informan, etika penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan menganonimkan dan merahasiakan identitas informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya bentuk negosiasi yang dilakukan oleh perempuan-perempuan ini kepada diri sendiri, pasangan dan keluarga memunculkan agensi pada diri perempuan itu sendiri. Agensi ini muncul dalam proses negosiasi oleh perempuan-perempuan yang memutuskan tidak memiliki anak dalam mengembangkan upaya-upaya kebebasan praktik kebertubuhan dan juga praktik reproduktif yaitu negosiasi di antara motherhood dan seksualitas. Negosiasi dilakukan pada diri sendiri, pasangan dan keluarga telah berkontribusi dalam memperkuat suara dan kapasitas perempuan ini terhadap konstruksi sosial yang menjerat mereka. Meski berada dalam posisi serba salah, perempuan-perempuan dalam penelitian ini memperlihatkan suatu agensi untuk terbebas dari konstruksi sosial dan menyuarakan pilihan hidupnya untuk memutuskan tidak memiliki anak.
Discourses related to gender justice are always interesting topics to discuss. This thesis discusses the form of negotiation carried out by married women who choose not to have children (childfree). Women are often neglected in social construction, especially in marriage and family life, where women are closely related to domestic tasks such as taking care of the family, giving birth and caring for children. Women who decide not to have children are also known as childfree often receive negative stigmatization from their social environment. Therefore, it is important for women to carry out a negotiation process that aims to liberate women from existing social constructions, that are motherhood and sexuality. The aim of this research is to determine the forms of negotiation between women who choose not to have children. To answer this, the theoretical framework of negotiation regarding women's bodies by Iris Marion Young and theory of Women Power by Jo Rowland will be used in the basic principles of analysis. The research method used in this research is qualitative with a case study approach. The number of informants in this study was twelve people with two different categories, four of whom were main informants, namely women who chose not to have children and the other eight were supporting informants, namely partners and family. Observation, interviews and documentation are the methods used in the data collection process. To carry out data analysis, this research uses thematic data analysis and determines the quality of the data using data triangulation. To maintain the confidentiality of informants' personal data, the research ethics carried out in this study is to anonymize the informants' names. The research results show that the form of negotiation carried out by these women with themselves, their partners and their families gives rise to agency in the women themselves. This agency emerges in the negotiation process by women who choose not to have children in developing efforts for freedom of bodily practices and also reproductive practices, namely negotiations between motherhood and sexuality. Negotiations carried out with oneself, partners and family have contributed to strengthening the voices and capacities of these women against the social construction that ensnares them. Even though they were in the wrong position, the women in this study showed agency in being free from social construction and voicing their life choices in deciding not to have children.
Kata Kunci : Childfree, Negosiasi Perempuan, Agensi Perempuan