Laporkan Masalah

Perencanaan Komunikasi Kesehatan Keluarga Berisiko Stunting (Studi Kasus pada Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Palangka Raya Tahun 2022-2024)

Adithiya Wiradinatha Saputra, Dr. Rajiyem, S.I.P., M.Si

2023 | Tesis | S2 Ilmu Komunikasi

Penelitian ini akan membahas perencanaan komunikasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Palangka Raya dalam menyasar keluarga berisiko stunting. Berdasarkan data SSGI tahun 2022, prevalensi angka stunting di Kota Palangka Raya mengalami kenaikan yang semula 25,2% pada tahun 2021 menjadi 27,8% di tahun 2022. Riset ini bertujuan untuk menjelaskan serta menganalisis perencanaan komunikasi Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Palangka Raya tahun 2022-2024. Peneliti akan menggunakan teori perencanaan komunikasi dengan model P-proses sebagai teori utama untuk melihat bagaimana peran TPPS dalam merespons problematika stunting di Kota Palangka Raya, mulai dari tahap analisis hingga evaluasi dan perencanaan ulang, dari segi penggunaan media dan komunikator di lapangan. Riset ini bersifat kualitatif dan menggunakan pendekatan deskriptif analitik. Peneliti menggunakan metode studi kasus yang dikemukakan oleh Robert K. Yin untuk melihat fenomena yang kompleks dan konteks spesifik dengan lebih rinci dan mendalam. Teknik pengambilan data dilakukan dengan teknik wawancara bersifat open-ended dan studi dokumentasi, dengan tujuan untuk memperoleh data yang lebih akurat. Hasil penelitian yang diperoleh, perencana komunikasi dalam TPPS Kota Palangka Raya perlu melakukan perencanaan ulang program komunikasi, hal ini terlihat dalam setiap aktivitasnya yang cenderung didominasi oleh kegiatan seremonial, serta fokus paradigma yang mengutamakan pilar ketiga dalam Stranas PPS yakni intervensi gizi spesifik serta intervensi yang bersifat sensitif

This research will discuss the communication planning of the Palangka Raya City Stunting Reduction Acceleration Team (TPPS) in targeting families at risk of stunting. Stunting prevalence in Palangka Raya City has increased from 25.2% in 2021 to 27.8% in 2022, according to SSGI data for that year. This research aims to explain and analyze the communication planning of the Palangka Raya City Stunting Reduction Acceleration Team for 2022-2024. The researcher will use communication planning theory with the P-Process model as the main theory to see the role of TPPS in responding to the stunting problem in Palangka Raya City, starting from the analysis stage to evaluation and re-planning, in terms of the field's usage of the media and communicators. This research is qualitative in nature and uses a descriptive analytical approach. Researcher use the case study method proposed by Robert K. Yin to look at complex phenomena and specific contexts in more detail and depth. The data collection technique was carried out using open-ended interview techniques and documentation studies, with the aim of obtaining more accurate data. The research results obtained show that communication planners in the Palangka Raya City TPPS need to re-plan communication programs, this can be seen in every activity which tends to be dominated by ceremonial activities, as well as a paradigm focus that prioritizes the third pillar in the PPS National Strategy, namely specific nutritional interventions and interventions that are sensitive.

Kata Kunci : Perencanaan komunikasi, Model P-Proses, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Keluarga berisiko stunting

  1. S2-2023-499100-abstract.pdf  
  2. S2-2023-499100-bibliography.pdf  
  3. S2-2023-499100-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2023-499100-title.pdf