PERILAKU KEWARGANEGARAAAN ORGANISASIONAL BINTARA TENTARA NASIONAL INDONESIA ANGKATAN DARAT DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA
FIKRI FERDIAN, Prof. Dr. Agus Heruanto Hadna, M.Si., Dr. Dewi Haryani Susilastuti, M.Sc., Dr. Agus Joko Pitoyo, MA.
2023 | Disertasi | S3 STUDI KEBIJAKAN
Terdapat
empat konsep utama yang digunakan dalam penelitian ini dimana keempat konsep
tersebut memiliki kesenjangan yang diulas dalam penelitian ini. Pertama, Self
Determination Theory (SDT) yang terkait dengan motivasi dan kepribadian
manusia, kedua, konsep kebijakan afirmasi persepsian yang terkait dengan
perlakukan khusus dan istimewa yang dirasakan oleh sekelompok orang tertentu,
ketiga, konsep kepemimpinan yang terkait dengan proses penerapan gaya
kepemimpinan, dan keempat, konsep perilaku kewarganegaraan organisasional yang
terkait dengan tindakan anggota organisasi dalam menjalankan tugas dan
tanggungjawabnya demi kepentingan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk
mengungkap dan menganalisis pengaruh
faktor sosial budaya terhadap motivasi dan tujuan untuk bergabung
menjadi Bintara TNI AD dengan perilaku riil prajurit ketika sudah menjadi
Bintara TNI AD, serta mengungkap mengenai pengaruh motivasi dan tujuan saat
dimoderasi oleh persepsi terhadap kebijakan afirmasi, kepemimpinan dan proses
pendidikan untuk memprediksi perilaku kewarganegaraan organisasional.
Penelitian ini melibatkan 676 orang Bintara TNI yang tersebar di Maluku, Papua, Kalimantan, dan
Sulawesi.
Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan sampling
purposif dengan survei sebagai teknik pengumpulan data. Alat bantu yang
digunakan dalam pengumpulan data ini adalah kuesioner dengan menggunakan
pertanyaan tertutup. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan SEM
PLS dengan bantuan aplikasi SMART PLS 3. Uji validitas dan reliabilitas
konstruk dalam penelitian ini menunjukkan hasil yang baik. Hal ini ditunjukkan
dengan hasil uji validitas konstruk (diskriminan dan konvergensi) yang baik dengan
nilai factor loading di atas 0,6 serta hasil uji composite reliability dengan
nilai factor loading di atas 0,7.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor sosial budaya
berpengaruh signifikan pada motivasi dan tujuan Bintara TNI AD. Motivasi dan
tujuan berpengaruh signifikan pada perilaku kewarganegaraan organisasional
Bintara TNI AD. Lebih lanjut, persepsi Bintara
TNI AD terhadap: penerapan kebijakan afirmasi dan gaya kepemimpinan
transformasional memoderasi pengaruh motivasi dan tujuan terhadap perilaku
kewarganegaraan organisasionalnya. Dalam
penelitian ini, proses pendidikan tidak memoderasi hubungan antara motivasi dan
tujuan dengan perilaku kewarganegaraan organisasionalnya.
Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan model Self
Determination Theory yang diterapkan dalam memahami, menjelaskan, dan
memprediksi perilaku kewarganegaraan organisasional di bidang militer. Hasil penelitian ini dapat dijadikan
sebagai masukan bagi organisasi pemerintah, organisasi profit, maupun non-profit
dalam memahami perilaku kewarganegaraan organisasional beserta faktor-faktor pembentuknya. Keterbatasan
dalam penelitian ini adalah hanya melibatkan satu golongan kepangkatan prajurit
TNI; secara geografis hanya melibatkan Bintara TNI AD yang bertugas di wilayah
Maluku, Papua, Kalimantan dan Sulawesi; serta hanya melibatkan satu jenis
kelamin responden Bintara TNI AD, yaitu laki-laki.
This research
encompasses four main concepts, each examined in terms of its gaps. Firstly,
the Self-Determination Theory (SDT) is related to human motivation and
personality. Secondly, perception-based affirmative policies are associated
with the perceived special treatment and privileges experienced by a particular
group of people. Thirdly, the leadership concept pertains to the application of
leadership styles. Lastly, organizational citizenship behavior concerns
organizational members' actions in carrying out their duties and
responsibilities for the organization's benefit. This study aims to uncover and
analyze the influence of sociocultural factors on motivation and purpose to
join as Army Noncommissioned Officers (Bintara TNI AD), as well as the impact
of motivation and purpose when moderated by perceptions of affirmative action
policies, leadership, and educational processes on predicting organizational
citizenship behavior. The research involved 676 Bintara TNI AD personnel
distributed in Maluku, Papua, Kalimantan, and Sulawesi.
The research employed
the purposive sampling technique with a survey as the data collection method.
The data collection instrument utilized was a closed-ended questionnaire. The
data analysis technique applied in this study was SEM PLS using the SMART PLS 3
software. The validity and reliability tests conducted on the constructs
yielded positive results. This test was evident from the good results of the
construct validity tests (discriminant and convergent) with factor loadings
above 0,6 and the composite reliability tests with factor loadings above 0,7.
The findings indicate that sociocultural factors significantly influence the motivation and purpose of Bintara TNI AD. Motivation and purpose significantly affect the organizational citizenship behavior of Bintara TNI AD. Furthermore, the perceptions of Bintara TNI AD regarding the implementation of affirmative action policies and transformational leadership style moderate the influence of motivation and purpose on their organizational citizenship behavior. In this study, the educational process did not moderate the relationship between motivation and purpose and organizational citizenship behavior.
The novelty of this research lies in developing the Self-Determination Theory model applied to understand, explain, and predict organizational citizenship behavior in the military context. The results of this study can provide insights for government organizations, profit organizations, and non-profit organizations in understanding organizational citizenship behavior and its influencing factors. The limitations of this study include the involvement of only one rank of TNI personnel, geographical limitations to Bintara TNI AD serving in the regions of Maluku, Papua, Kalimantan, and Sulawesi, and the inclusion of only male respondents from Bintara TNI AD.
Kata Kunci : kebijakan afirmasi, kepemimpinan, proses pendidikan, perilaku kewarganegaraan organisasional