Kedung Kayang Interpretation Centre dengan Pendekatan Arsitektur Berkelanjutan
Dita Nur Chalisa Suryani, Nur Zahrotunnisaa Zagi, S.T., M.T.
2022 | Skripsi | ARSITEKTUR
Kawasan Kedung Kayang menjadi salah satu kawasan wisata yang ada di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Lokasi yang berada di dekat wisata alam popular, Ketep Pass, menjadi keunggulan Kedung Kayang. Penetapan Cagar Biosfer Merapi Merbabu Menoreh juga mendorong pengembangan Kedung Kayang.
Saat ini, dengan berbagai potensi yang ada, Kedung Kayang masih belum terbangun secara maksimal. Bentang alam Kedung Kayang yang masih didominasi area hijau menjadi alasan penggunaan pendekatan arsitektur berkelanjutan dalam perancangan interpretation centre sebagai pengembangan Kawasan Kedung Kayang.
Konsep yang akan diangkat adalah ”spread & unity”, dimana penerapannya menimbangkan elemen-elemen yang ada dalam pendekatan arsitektur berkelanjutan. Dirancang untuk mewadahi interpretation centre ini diharapkan menjadi contoh untuk pengembangan kawasan wisata alam yang berkelanjutan.
Kedung Kayang area is one of the tourist areas in Magelang Regency, Central Java. The location which is near the popular nature tourism, Ketep Pass, is Kedung Kayang's advantage. The establishment of the Merapi Merbabu Menoreh Biosphere Reserve also encourages the development of Kedung Kayang.
Currently, with the various potentials that exist, Kedung Kayang is still not fully developed. Kedung Kayang which is still dominated by green areas is the reason for using a sustainable architectural approach in the design of the interpretation centre as the development of the Kedung Kayang area.
Will be raised with concept "spread & unity", where its application considers the elements in a sustainable architectural approach. Designed to accommodate the interpretation centre, it is hoped that it will become an example for the development of sustainable natural tourism areas.
Kata Kunci : Kedung Kayang, Interpretation Centre, Arsitektur Berkelanjutan