PENENTUAN STRATEGI PENGEMBANGAN BADAN USAHA MILIK DESA BERSAMA (BUMDESMA): PENDEKATAN BENEFIT – COST ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (STUDI KASUS BUMDESMA WALUYA BALAREA)
Danny Raditya Purwandaya, Yuni Andari, SE., M.Si
2023 | Tugas Akhir | D4 PEMBANGUNAN EKONOMI KEWILAYAHAN
Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya pembangunan perdesaan. Salah satunya adalah dengan pembangunan infrastruktur desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) dan BUM Desa Bersama. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa memberi desa kesempatan untuk membentuk BUM Desa guna meningkatkan perekonomian sesuai dengan kebutuhan dan potensi desa. Pengembangan BUM Desa Bersama ini didorong lebih jauh dengan adanya Program Desa Peternakan Terpadu Berkelanjutan yang mengutamakan penguatan sektor pangan dan pertnian. Program ini mendorong pembangunan ekonomi desa melalui Badan Usaha Milik Desa Bersama yang bergerak pada sektor peternakan yang mempertimbangkan prinsip peternakan berkelanjutan. Sebagai BUM Desa Bersama yang baru dibentuk dan merupakan salah satu dari tujuh pilot project Desa Peternakan Terpadu Berkelanjutan, BUM Desa Bersama Waluya Balarea tentunya memerlukan strategi pengembangan yang sesuai sehingga dapat memperoleh hasil yang diinginkan. Berdasarkan permasalahan tersebut penulis ingin mengetahui strategi pengembangan apakah yang tepat untuk BUM Desa Bersama Waluya Balarea dan prioritasnya. Data yang diperoleh merupakan data primer dengan metode kuesioner yang disebarkan pada ahli – ahli terkait BUM Desa Bersama dan Konsep Peternakan Terpadu. Data diolah menggunakan metode Benefit-Cost AHP. Adapun kriteria untuk manfaat dan biaya yang ditentukan adalah sosial, ekonomi dan lingkungan yang masing-masing memiliki subkriteria yang telah ditentukan. Alternatif strategi pengembangan yang diperoleh adalah strategi pengembangan pemasaran, strategi pengembangan sumber daya manusia, dan strategi pengembangan diversifikasi produk. Hasil penelitian menunjukkan, berdasarkan B/C AHP yang telah ditentukan, strategi yang menjadi prioritas adalah strategi pengembangan pemasaran dengan nilai 1,397. Diikuti oleh strategi pengembangan diversifikasi produk dengan nilai 1,114. Strategi yang menjadi prioritas terakhir adalah strategi pengembangan SDM dengan nilai 0,677.
The Indonesian government has carried out various rural development efforts. One of them is the development of village infrastructure and Village-Owned Enterprises (BUM Desa) and BUM Desa Bersama. Law Number 6 of 2014 concerning Villages gives villages the opportunity to form Village BUMs to improve the economy in accordance with village needs and potential. The development of BUM Desa Bersama is being pushed further with the Sustainable Integrated Livestock Village Program which prioritizes strengthening the food and agriculture sectors. This program encourages village economic development through Joint Village-Owned Enterprises which operate in the livestock sector which takes into account the principles of sustainable livestock. As a newly formed BUM Desa Bersama and one of the seven pilot projects for Sustainable Integrated Livestock Villages, BUM Desa Bersama Waluya Balarea certainly requires an appropriate development strategy so that it can obtain the desired results. Based on these problems, the author wants to know what development strategy is appropriate for BUM Desa Bersama Waluya Balarea and its priorities. The data obtained is primary data using a questionnaire method which was distributed to experts related to BUM Desa Bersama and the Integrated Livestock Concept. Data is processed using the Benefit-Cost AHP method. The criteria for determined benefits and costs are social, economic and environmental, each of which has predetermined sub-criteria. The alternative development strategies obtained are marketing development strategies, human resource development strategies, and product diversification development strategies. The research results show that, based on the B/C AHP that has been determined, the priority strategy is the marketing development strategy with a value of 1.397. Followed by a product diversification development strategy with a value of 1.114. The last priority strategy is the HR development strategy with a value of 0.677.
Kata Kunci : Strategi Pengembangan, BUM Desa Bersama, Benefit-Cost Analytical Hierarchy Process, Desa Peternakan Terpadu Berkelanjutan