Latar Belakang Keagamaan Candi Keboireng Kabupaten Pasuruan Jawa Timur
Muhammad Azzam Al Haq, Dr. Niken Wirasanti, M.Si.
2023 | Skripsi | ARKEOLOGI
Periode klasik di Indonesia (abad VIII-XV M) ditandai dengan keberadaan bangunan candi. Terdapat berbagai aspek yang dapat dikaji mengenai keberadaan candi, salah satunya adalah latar belakang keagamaan yang mendasari pembangunan candi tersebut. Identifikasi sifat keagamaan candi dapat digunakan untuk merekonstruksi sejarah kehidupan religi yang pernah berkembang dalam kurun waktu tersebut.
Upaya identifikasi latar keagamaan bangunan candi dapat didasarkan pada keberadaan arca utama yang dipuja di candi. Namun, tidak semua candi ditemukan kembali dalam keadaan utuh, salah satunya adalah Candi Keboireng. Oleh karena itu, identifikasi latar keagamaan Candi Keboireng dilakukan dengan memanfaatkan data ragam hias (ornamen kala), epigrafi, dan toponimi.
Ornamen kala Candi Keboireng memiliki keunikan karena digambarkan menggenggam dan menggigit sebuah objek hingga bengkok. Penggambaran kala tersebut tidak umum dijumpai. Prasasti Mula Malurung menyebutkan adanya tempat pemujaan Bhairawa, salah satu manifestasi Dewa Siwa dalam agama Hindu yang berwujud mengerikan, di Kapulungan. Sumber data lain digunakan untuk mencari keterkaitan antara toponimi Kapulungan dengan Candi Keboireng.
Analisis terhadap penggambaran ornamen kala yang unik, keberadaan hiasan tengkorak pada kala, keterangan dalam prasasti Mula Malurung, serta identifikasi atas toponimi Kapulungan menghasilkan kesimpulan bahwa Candi Keboireng dalam konteks aslinya merupakan sebuah tempat pemujaan untuk Bhairawa.
The classical period in Indonesia (VIII-XV centuries AD) is characterised by the existence of temples. There are various aspects that can be studied regarding the existence of the temple, one of which is the religious background underlying the construction of the temple. The identification of the religious nature of the temple can be used to reconstruct the history of religious life that once flourished in that period.
The effort to identify the religious background of a temple building can be based on the presence of the main statue worshipped in the temple. However, not all temples are found intact, one of which is Keboireng Temple. Therefore, the identification of the religious background of Keboireng Temple is carried out by utilising data on ornaments (kala ornaments), epigraphy, and toponymy.
The kala ornament of Keboireng Temple is unique because it is depicted grasping and biting an object until it is bent. The depiction of kala is not commonly found. The Mula Malurung inscription mentions the existence of a place of worship of Bhairawa, one of the manifestations of Lord Shiva in Hinduism in a monstrous form, in Kapulungan. Other data sources were used to find a connection between the toponymy of Kapulungan and Keboireng Temple.
Analyses of the unique depiction of kala ornaments, the presence of skull decorations on the kala, the information in the Mula Malurung inscription, and identification of the Kapulungan toponymy led to the conclusion that Keboireng Temple in its original context was a place of worship for Bhairawa.
Kata Kunci : Candi Keboireng, Latar Keagamaan, Ornamen Kala, Bhairawa