Rekaman Peristiwa di Sumatera Timur dalam Roman Medan Pada Masa Revolusi Indonesia
MELLY TRIA UTARI, Dr. Mutiah Amini, M.Hum.
2023 | Tesis | S2 Sejarah
Tema penelitian ini dilatarbelakangi oleh keadaan yang bergolak pasca Indonesia merdeka. Kedatangan sekutu membonceng NICA, yang mengakibatkan kemelut sepanjang periode revolusi tidak menjadikan rakyat dan tokoh pergerakan diam. Upaya bertahan sudah dilakukan dari perjuangan bersenjata maupun diplomasi. Para pengarang turut mengambil tempat pada masa revolusi lewat karya sastra, salah satunya cerita roman. Di Sumatera Timur karya itu dikenal dengan nama “Roman Medan”. Selama ini, karya-karya yang ditulis itu kurang mendapat perhatian. Padahal, Roman Medan sebagai sastra marginal merupakan produk kebudayaan asli masyarakat lokal, dan isi ceritanya sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kehadiran Roman Medan di tengah kemelut revolusi, serta bagaimana Roman Medan dapat merekam peristiwa Revolusi Indonesia di Sumatera Timur. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dan pendekatan sejarah kebudayaan yang memanfaatkan sumber tulisan berupa Roman Medan yang terbit dalam periode Revolusi Indonesia, surat kabar, dan beberapa buku pendukung lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar para pengarang roman tidak hanya berprofesi sebagai sastrawan melainkan juga sebagai seorang wartawan. Mereka juga memiliki kebiasaan menyamarkan identitas, yaitu karya-karya yang ditulis tidak menggunakan nama sebenarnya, melainkan menggunakan nama pena, dengan beragam alasan. Di satu sisi, cerita roman yang dihadirkan pada masa itu bersifat revolusioner. Meskipun dibalut dengan kisah percintaan, roman-roman itu dapat merekam kehidupan masyarakat kecil di tengah revolusi hingga menghadirkan semangat kebangsaan. Alhasil, kita dapat mengetahui eksistensi Roman Medan saat Revolusi Indonesia di Sumatera Timur.
A tempestuous situation in Indonesia after its independence is the
background of this research. The Allies arrival on the back of NICA, which caused
chaos throughout the revolutionary period, did not make Indonesian people and
movement figures silent. Defensive efforts to survive deployed from armed
struggle to diplomacy. Authors in literatures also took part in the revolutionary
through literary works, one of which was romance. In East Sumatra the work was
known as "Roman Medan". So far, the works have received little attention.
Whereas, Roman Medan as marginal literature is a product of the original culture
of the local community, and the contents of the stories are very close to people’s
lives. This study aims to explain the existence of the authors and their works, as
well as how Roman Medan could record the events of the Indonesian Revolution
in East Sumatra. It applies historical methods and a cultural history approach
utilizing written sources such as Roman Medan published during the Indonesian
Revolution, newspapers, and several supporting books.
This study shows that most of the romance authors were not only litterateur
but also journalists. They also had a habit of disguising their identities. The works
did not tag their real names but pen names for various reasons. On the one hand,
the romance stories presented at that time were revolutionary. Even though they
were wrapped in a love story, these romances could record the life of a small
community in the middle of the revolution to bring out the spirit of nationalism. As
a result, we know the existence of Roman Medan during the Indonesian Revolution
in East Sumatra.
Kata Kunci : Roman Medan, Sumatera Timur, Revolusi Indonesia.