Analisis Implementasi Kebijakan Pemerintah Dalam Penerimaan Pegawai Negeri Sipil Di Pemerintahan Daerah Kebupaten Jayapura Formasi Tahun 2018
Audi Yuliansyah, Dr. Ratminto, M.Pol.Admin.
2023 | Tesis | S2 Ilmu Administrasi Negara
Implementasi
kebijakan adalah suatu kegiatan kompleks dengan banyak faktor yang dapat
mempengaruhi keberhasilan dari suatu implementasi kebijakan itu sendiri.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kebijakan pemerintah
terhadap rekrutmen CPNS di Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura Formasi Tahun
2018. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Objek penelitian
adalah Dinas BKPSDM Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura. Teknik pengumpulan
data adalah teknik wawancara, teknik observasi, dan teknik dokumentasi. Teknik
analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Pengecekan
keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data dan triangulasi teori. Hasil
penelitian yaitu: (1) implementasi kebijakan rekrutmen CPNS telah berjalan
dengan cukup baik dilihat dari indikator yang dapat mempengaruhi yakni
komunikasi, sumberdaya, disposisi, dan struktur birokrasi; (2) Proses rekrutmen
CPNS meliputi perencanaan, pegumuman lowongan, pelamaran, seleksi, pengumuman
hasil seleksi, pengangkatan CPNS dan masa percobaan CPNS, pengangkatan PNS; (3)
Faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan rekrutmen CPNS: (a) Komunikasi,
sosialisasi dan media center belum menjangkau seluruh wilayah dan peserta masih
mengalami kendala terkait akses jaringan dan tata cara pendaftaran; (b)
Sumberdaya, persiapan dan staf seleksi rekrutmen CPNS memadai dan profesional;
(c) Disposisi, rekrutmen CPNS merujuk pada kebijakan dan peraturan yang ada,
bebas KKN, persentase kuota 80:20 terpenuhi, terdapat modifikasi kebijakan dan
CPNS yang diterima tidak sesuai dengan kualifikasi dan potensi daerah; (d)
Struktur birokrasi, wewenang masih dipegang pemerintah pusat bukan pemerintah
daerah; (4) Implikasi implementasi kebijakan yaitu: persepsi negatif publik,
ketidakefektifan periode waktu pendaftaran, dominasi tenaga administrasi, dan
ketidakadilan sesama WNI untuk menjadi ASN di Papua. Rekomendasi yaitu: (1)
jangka pendek: pembenahan pada sistem komunikasi, peningkatan ketersediaan
fasilitas, pelatihan bagi ASN, keselarasan bidang tugas, disiplin ilmu, potensi
daerah, dan kearifan lokal; (2) jangka panjang: pengalihan wewenang dari pusat
ke daerah terkait alokasi kuota formasi CPNS, implementasi persentase kuota
80:20 yang sesuai dengan kualifikasi dan kompetensi pelamar, serta membuka
perguruan tinggi baru.
Kata Kunci: Rekrutmen CPNS, Pegawai Negeri Sipil, Implementasi Kebijakan, Pemerintah Daerah
Policy
implementation is a complex activity with many factors that can influence the
success of a policy implementation itself. This study aims to determine the
implementation of government policies on CPNS recruitment in the Regional
Government of Jayapura Formation Regency in 2018. This research uses a
qualitative descriptive method. The object of research is the Regional
Government BKPSDM Office of Jayapura Regency. Data collection techniques are
interview techniques, observation techniques, and documentation techniques. The
data analysis technique used is descriptive qualitative analysis. Checking the
validity of the data using data source triangulation and theory triangulation.
The results of the study are: (1) the implementation of the CPNS recruitment
policy has gone quite well in terms of the indicators that can influence it,
namely communication, resources, disposition, and bureaucratic structure; (2)
The CPNS recruitment process includes planning, announcement of vacancies,
application, selection, announcement of selection results, appointment of CPNS
and probationary period for CPNS, appointment of civil servants; (3) Factors
influencing the implementation of CPNS recruitment policies: (a) Communication,
outreach and media centers have not reached all regions and participants are
still experiencing problems related to network access and registration
procedures; (b) Adequate and professional resources, preparation and selection
staff for CPNS recruitment; (c) Disposition, CPNS recruitment refers to
existing policies and regulations, is free from KKN, the quota percentage of
80:20 is fulfilled, there are policy modifications and the CPNS received is not
in accordance with regional qualifications and potential; (d) The structure of
the bureaucracy, authority is still held by the central government, not the
local government; (4) Implications of policy implementation, namely: negative
public perceptions, ineffectiveness of the registration time period, domination
of administrative staff, and injustice among Indonesian citizens to become
civil servants in Papua. Recommendations are: (1) short term: improving the
communication system, increasing the availability of facilities, training for
ASN, alignment of task fields, disciplines, regional potential, and local
wisdom; (2) long term: transfer of authority from the center to the regions
regarding the allocation of CPNS formation quotas, implementing a quota
percentage of 80:20 according to the qualifications and competencies of
applicants, and opening new tertiary institutions.
Keywords: CPNS Recruitment, Civil Servants, Policy Implementation, Local Government
Kata Kunci : Kata Kunci: Rekrutmen CPNS, Pegawai Negeri Sipil, Implementasi Kebijakan, Pemerintah Daerah