Laporkan Masalah

CHANGES OF HERITAGE TRADING VILLAGES OF CHEW JETTY AS A TOURIST ATTRACTION AFTER LISTED BY UNESCO AS WORLD HERITAGE SITE, GEORGETOWN, PENANG MALAYSIA.

Zulyca Binti Abidin, Dr. Eng. Ir. Laretna Trisnantari Adhisakti, M.arch

2023 | Tesis | S2 Teknik Arsitektur

Pada tanggal 7 Juli 2008, Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) mengakui Georgetown Penang sebagai Situs Warisan Dunia (SWD), sebuah pulau Malaysia yang terkenal di Selat Melaka yang juga dikenal sebagai "Mutiara Timur," memiliki sejarah panjang dan kaya. Dengan pesonanya yang khas, terutama sebagai desa Tionghoa yang telah mendapatkan banyak perhatian, adalah Jeti Klan, lebih tepatnya Jeti Chew. Jeti Chew ini unik dalam hal arsitektur bersejarah yang menarik, aspek sosial dan ekonomi multikultural, dan banyak yang ditetapkan sebagai situs warisan. Lokasi penelitian dilakukan di sepanjang Weld Quay, pesisir selatan pulau tersebut. Penelitian ini mengkaji atribut, perkembangan, dan dampak Desa Perdagangan Warisan Jeti Chew di Georgetown, Penang, Malaysia, setelah diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kriteria Nilai Universal Luar Biasa di dalam desa ini, mengidentifikasi perkembangan nilai ini berdasarkan kerangka 3A (Aksesibilitas, Daya Tarik, Fasilitas), dan menganalisis dampak perkembangan ini terhadap Nilai Universal Luar Biasa menggunakan kerangka "Lima C" (Kredibilitas, Konservasi, Peningkatan Kapasitas, Komunikasi, Komunitas). Melalui pendekatan metode studi kasus, termasuk analisis data kualitatif, penelitian ini menyelidiki atribut unik di dalam Jeti Chew yang berkontribusi dalam menjaga Nilai Universal Luar Biasa-nya. Penelitian ini mengeksplorasi perkembangan aksesibilitas, daya tarik, dan fasilitas di dalam desa ini setelah terdaftar oleh UNESCO, menilai perubahan dan perbaikan yang dilakukan di area ini. Selain itu, penelitian ini mengkaji dampak perkembangan 3A terhadap Nilai Universal Luar Biasa, mempertimbangkan aspek-aspek seperti kredibilitas pelestarian warisan, upaya konservasi, pembangunan kapasitas dalam masyarakat, strategi komunikasi, dan kesejahteraan umum komunitas lokal. Dengan menggunakan kerangka "Lima C," penelitian ini memberikan evaluasi komprehensif terhadap dampak multi-dimensi perkembangan pada desa perdagangan warisan. Temuan dari penelitian ini memberikan kontribusi pada pengetahuan yang ada dengan menawarkan eksplorasi yang difokuskan pada atribut, perkembangan, dan dampak yang khusus di dalam desa perdagangan warisan setelah diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Penelitian ini memberikan wawasan berharga untuk strategi pelestarian warisan, praktik pengelolaan pariwisata, dan inisiatif keterlibatan komunitas, tidak hanya untuk Jeti Chew tetapi juga untuk desa perdagangan warisan serupa di seluruh dunia. 

On July 7, 2008, The United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) recognized Georgetown Penang as a World Heritage Site (WHS), a well-known Malaysian island in the Straits of Melaka also known as the "Pearl of the Orient” , has a long and rich history. With her charm and beauty specifically as a Chinese village that has received much attention is the Clan Jetties, to be more specific the Chew Jetty. Chew Jetty are unique in term of historical, attractive architecture, multicultural social and economy and many being designated as a heritage sites. The research location was conducted along Weld Quay, the island's southern coast point. . This study examines the attributes, development, and impacts of the Heritage Trading Village of Chew Jetty in Georgetown, Penang, Malaysia, following its designation as a UNESCO World Heritage Site. The research aims to clarify the criteria of Outstanding Universal Value within the village, identify the development of this value based on the 3A framework (Accessibilities, Attractions, Amenities), and analyze the impacts of this development on the Outstanding Universal Value using the "Five Cs" framework (Credibility, Conservation, Capacity-building, Communication, Communities). Through a case study methods approach, including qualitative data analysis, this research investigates the unique attributes within Chew Jetty that contribute to maintaining its Outstanding Universal Value. It explores the development of accessibilities, attractions, and amenities within the village following its UNESCO listing, assessing the changes and improvements made in these areas. Furthermore, this study examines the impacts of the 3A development on the Outstanding Universal Value, considering aspects such as credibility of heritage preservation, conservation efforts, capacity-building within the community, communication strategies, and the overall well-being of the local communities. By utilizing the "Five Cs" framework, the research provides a comprehensive evaluation of the multi-dimensional impacts of development on the heritage trading village. The findings of this study contribute to the existing knowledge by offering a focused exploration of the specific attributes, development, and impacts within a heritage trading village after UNESCO World Heritage Site designation. The research provides valuable insights for heritage co9nservation strategies, tourism management practices, and community engagement initiatives, not only for Chew Jetty but also for similar heritage trading villages worldwide.

Kata Kunci : Keywords: Chew Jetty, heritage trading village, UNESCO World Heritage Site, Outstanding Universal Value, 3A framework, "Five Cs" framework, heritage conservation, tourism development, community engagement.

  1. S2-2023-486724-abstract.pdf  
  2. S2-2023-486724-bibliography.pdf  
  3. S2-2023-486724-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2023-486724-title.pdf