Analisis Keterjangkauan Aksesibilitas Fasilitas Kesehatan dan Penentuan Nilai Ekonomi Rumah Sakit Umum di Kabupaten Semarang
Vitaro Khasbi Assidiqi, Wakhid Slamet Ciptono, MBA, MPM, Ph.D
2023 | Tesis | S2 Magister Ek.Pembangunan
Semakin meningkatnya indeks Angka Kematian Bayi (AKB) dalam beberapa tahun
terakhir, menyebabkan diperlukannya evaluasi atas penyebaran fasilitas kesehatan
di Kabupaten Semarang. Evaluasi yang dimaksud, adalah dengan
memperhitungkan pola penyebaran fasilitas kesehatan serta mengukur tingkat
efsiensi rumah sakit dalam menerapkan alokasi penggunaan sumber daya medis.
Permasalahan tersebut dijawab dalam penelitian ini, dengan menggunakan dua alat
analisis, yaitu analisis spasial dan analisis kuantitatif.
Hasil dari analisis spasial, menyebutkan bahwa lebih dari 17 desa yang tersebar
dalam 7 kecamatan diharuskan untuk menempuh jarak lebih dari 5 km untuk
memperoleh pelayanan puskesmas. Sementara hasil dari analisis kuantitatif
menggunakan Huff Probability Model, menyebutkan bahwa hanya terdapat satu
dari lima rumah sakit di Kabupaten Semarang yang memiliki distribusi konsumen
yang ideal, yang selaras dengan kapasitas sumber daya medis tiap rumah sakit.
Hasil dari analisis kuantitatif juga menjelaskan bahwa ketika nilai attraction tinggi,
maka selanjutnya diikuti dengan tingginya nilai probabilitas kunjungan, serta
meningkatnya potensi penerimaan nilai ekonomi.
With the increasing Infant Mortality Rate (IMR) index in recent years, there is a
need to evaluate the distribution of healthcare facilities in Semarang District. The
evaluation aims to consider the pattern of healthcare facility distribution and
measure the efficiency level of hospitals in allocating the use of medical resources.
This research addresses these issues through the use of two analytical tools: spatial
analysis and quantitative analysis.
The results of the spatial analysis indicate that more than 17 villages spread across
7 sub-districts are required to travel a distance of more than 5 km to access primary
healthcare services. Meanwhile, the results of the quantitative analysis using the
Huff Probability Model state that only one out of five hospitals in Semarang District
has an ideal consumer distribution, which aligns with the capacity of medical
resources in each hospital. The results of the quantitative analysis also explain that
when the attraction value is high, it is followed by a high probability of visits and
an increase in the potential economic value.
Kata Kunci : healthcare facilities, Huff Probability Model, attraction value, economic value